Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan dan perawatan komponen bangunan sangat diperlukan, demi menjaga keutuhan bagian komponen dari bangunan tersebut ataupun keindahanya. Pemeliharaan plafon sebagai salah satu item bangunan menjadi

Read More »

Arsitektonis Bangunan

Di postingan ini akan menjelasakan 3 (tiga) bab yang berkaitan dengan arsitektonis bangunan. Untuk bab yang pertama akan dijelasakan “rencana kota”, yang kedua “syarat-syarat lingkungan

Read More »

Bagian Bagian Kapal Terlengkap Beserta Gambarnya

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Bagian Bagian Kapal Beserta Gambarnya

Keterangan gambar bagian-bagian kapal :

  1. Linggi depan 
  2. Dinding kedap air muka
  3. Dinding kedap air muka kamar mesin
  4. Dinding kedap air belakang 
  5. Dinding kedap air belakan kamar mesin
  6. Linggi belakang
  7. Linggi baling baling
  8. Poros baling baling
  9. Baling baling
  10. Kemudi
  11. Tangki pik depan
  12. Ruang muat
  13. Kamar mesin
  14. Ruang must belakang 
  15. Tangki pit belakang 
  16. Dasar gandaa
  17. Tembusan
  18. Bak 
  19. Anjungan
  20. Cerobong
  21. Rumah rumah
  22. Geladak utama
  23. Kepala palkah

 

    Bagian Bagian Kapal Terlengkap Beserta Gambarnya

    • Poop deck yaitu geladak kapal di bagian buritan yang letaknya diatas/lebih tinggi dari geladak utama (main deck)
    • Forecastle deck yaitu geladak di bagian haluan letaknya lebih tinggi dari geladak utama.
    • Stern post yaitu kerangka kapal yang digunakan untuk meletakkan daun kemudi. Stern-post ini digunakan untuk batas perpendikular belakang (After Perpendicular = AP)
    • Rudder blade daun kemudi
    • Balbous bow yaitu bagian haluan kapal yang berbentuk bulat ke arah depan. Balbous bow ini mulai di kenal pada kapal dengan ‘superstructure’ di dekat buritan. Balbous ini berongga dan dapat diisi air ballast (tolak bara) untuk pengimbang trim kapal.

    Bagia-Bagian Kapal 

    berikut ini merupakan bagian-bagian kapal yang tidak ditampilkan pada gambar diatas:

    1. Kulit kapal

    Plat – plat yang disambung menjadi lajur yang terdapat pada badan kapal biasa disebut dengan kulit kapal. Guna kulit kapal. :

    • Untuk kekuatan membujur kapal
    • Menerima tekanan dari kapal
    • Merupakan penutupan kedap air dari dasar hingga bagian atas kapal
    • Lajur kulit kapal diberi nama dengan abjad a,b,c,d dan seterusnya mulai dengan lajur dasar
    • Sambungan plat diberi nama dengan angka 1,2,3 dan seterusnya dari depan ke belakang

    2.Sekat Pelanggaran

    Pada kapal sekat pelanggaran ini ditentukan letaknya, ialah 5% dari panjang kapal pada garis air dihitung dari haluan kapal, Padal kapal panjang ditambah 10” ( feet ) Sekat pelanggaran memiliki berbagai keguanaan yaitu :

    • Mencegah kebocoran 
    • Memperkuat melintang kapal setempat
    • Jika terjadi kebocoran pada kapal, dapat berlayar pelan pelan dengan menggunakan sekat pelanggaqran.

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan kaitannya dengan sekat pelanggaran adalah:

    • Sekat pelanggaran ini harus lebih tebal dari pada sekat kedap air lainnya.
    • Batas penguat harus ditaruh pada bagian muka sekat pelanggaran masing masing berjarak 24”
    • Baja siku dipasang pada bagian sekat pelanggaran

    3.Sekat Belakang

    Pada sekat belakang pada bagian lobang baling baling harus ditambah plat yang lebih tebal 22 mm untuk menahan getaran baling baling. Bagi penguat terletak di bagian belakang kapal masing masing berjarak 24” dan Baja siku keliling diletakkan pada bagian muka kapal

    4.Lingkaran kemudi/ baling-baling

    Lingkaran kemudi atau baling-baling merupakan bagian penting dikapal sebagai pengendali arah dan kecepatan kapal. Kemudi merupakan pengontrol arah haluan kapal sedangkan baling-baling pada dasarnya berfungsi untuk mengontrol kecepatan kapal dengan fungsi gaya dorongnya.

    5.Lajur Geladak

    Bagian ini biasanya terbuat dari kayu yang melapisi geladak baja. Untuk itu kayu lajur geladak ini harus memenuhi sebagai berikut :

    • Cukup keras, tahan lama, dan daya serap air harus sekecilnya.
    • Dalam perubahan suhu, perubahan kembang dan menyusut harus sekecilnya.
    • Tidak mengandung bahan kimia yang merusak baja.
    • Harus cukup kering
    • Harus bersih dari serat serat licin

    Untuk itulah maka lapisan ini biasanya terbuat dari bahan kayu teak sejenis Jati (di Indonesia) dan atau kayu Cemara.

    6.Wrang

    Wrang ialah bagian dari kapal yang berjalan melintang di atas dasar berganda (Double Bottom) yang menghubungkan gading – gading kiri dan kanan.

    7.Cofferdam

    Ialah ruangan yang terdapat diantara 2 wrang penuh yang memisahkan 2 macam cairan.

    8.Lunas

    Sebagai bagian terbawah dari kapal, lunas terdiri dari berbagai jenis yatu lunas dasar, lunas tegak dan lunas lambung. Lunas dasar merupakan lajur kapal pada dasar yang tebalnya +/- 35 % dari pada kulit kapal lainnya. Sedangkan lunas tegak ialah lunas yang tegak sepanjang kapal , tebalnya 5/8 lebih besar daripada lunas dasar pada 4/10 bagian lunas tegak ditengah–tengah kapal.


    Kapal besar pada umumya memiliki lunas lambung yang berfungsi untuk Melindungi kapal bila kandas. Lunas lambung ini biasanya terdapat ¼ – 1/3 dari panjang kapal pada bagian tengah yang berfungsi juga untuk mengurangi olengan kapal.

    9.Double Bottom (DB)

    Double Bottom (DB) atau dasar berganda ini dibentuk oleh sekat pelanggaran hingga sedikit kesekat belakang. Ketinggian DB ini bervariasi sesuai dengan ukuran kapal. Sebagai acuan tinggi DB pada kapal-kapal adalah sebagai berikut : Pada kapal – kapal kecil = 26”, pada kapal – kapal besar = 6 ( feet ) dan pada kapal berukuran sedang biasanya lebih kurang 4 feet.


    Secara teknis Double Bottom ini berfungsi :

    • untuk menyimpan air ballast, air tawar dan minyak
    • untuk menjaga keselamatan kapal jiga bocor
    • mempertinggi titik tinggi kapal
    • memperkuat bangunan membujur dari pada kapal

    Disamping kegunaannya, dengan menggunakan double bottom ini ada kerugiannya yaitu:

    • Kehilangan ruang muatan.
    • titik berat kapal terlalu keatas bila kapal kosong . Isi dasar berganda ini lebih kurang 15 % daya muat kapal mempunyai tinggi 14 kaki untuk kapal besar , dan untuk kapal kecil sampai 26

    Untuk kapal – kapal besar maka isi dari dasar berganda ini tidak cukup untuk menurunkan titik berat kapal hingga untuk ini di kapal masih diperlukannya satu ruangan yang dipergunakan untuk menurunkan titik B atau untuk memperbesar balas kapasitas kapal tersebut. Ruangan ini dinamakan tangki dalam (deep tank ). Deep tank berguna untuk memperbesar kapasitas ruang balas kapal tersebut. Deep tank ini biasanya diisi denagn air , tetapi kadang – kadang disi pula dengan bahan bakar kapal sendiri dan juga minyak palm (general kargo). Secara struktur posisinya deep tank ini biasanya terletak di muka atau dibelakang kamar mesin. Ditengah–tengah tangki ini diberi pemisah (dinding kedap minyak ) agar muatan cair tidak mengganggu stabilitas kapal.

    10.Bak

    Pada umumnya kapal memiliki satu gudang mini yang dipergunakan untuk memperlancar kegiatan deck terutama pada saat sandar dan lepas sandar. Untuk itu disediakan satu ruangan yang biasa disebut bak. Bak adalah bagian bangunan kapal yang ada diujung depan kapal, digunakan untuk menyimpan alat tali menali kapal dan rantai jangkar.

    11.Anjungan

    Untuk tempat mengemudikan kapal, dimana alat – alat navigasi guna menentukan posisi kapal berada disitu. Pada anjungan biasanya terdapat kamar nahkoda dan kamar radio.

    12.Geladak

    Nama – nama geladak ini tergantung dari banyaknya geladak yang ada dikapal tersebut . pada umumnya geladak yang berada dibawah sendiri dinamakan geladak dasar serta geladak yang diatas dinamakan geladak atas atau geladak utama ( main deck ) Bila antara geladak dasar dan geladak atas


    terdapat geladak lagi , maka geladak tersebut dinamakan geladak antara (Tween geladak). Geladak atas tidak lurus bentuknya tetapi melengkung baik kemuka maupun kesamping , gunanya untuk memudahkan mengalirnya air. Pada bagian tegak kapal dimana terdapat titik terendah, maka geladak makin kemuka atau makin kebelakang geladak makin tinggi . perbedaan tinggi ini kita namakn sosok (sheer). Tingginya sosok dihaluan kira–kira 2 % dan diburitan kira – kira 1 % dari panjang kapal. Bila dilihat dari samping geladak ini makin kesamping makin rendah (Chamber). Perbedaan tinggi ini kira – kira 1/50 lebar kapal.

    13.Gading

    Merupakan rangka dari kapal dimana kulit – kulit kapal diletakkan. Nama dari gading disesuaikan dengan tempatnya. Gading yang terletak disekitar haluan tersebut gading haluan. Gading yang terletak pada tempat yang terlebar dari kapal disebut gading besar dan gading yang terletak di sarung
    poros baling – baling disebut gading kancing . Gading – gading ini mempunyai jarak antara satu dan lainnya kira – kira antara 21 – 37 inchi sesuai dengan ukuran kapal dan diberi nomor urut mulai nol yang dimulai dari belakang. 

    E & I

    Share this

    Post Disclaimer

    The information contained in this post is for general information purposes only. The information is provided by Bagian Bagian Kapal Terlengkap Beserta Gambarnya and while we endeavour to keep the information up to date and correct, we make no representations or warranties of any kind, express or implied, about the completeness, accuracy, reliability, suitability or availability with respect to the website or the information, products, services, or related graphics contained on the post for any purpose. - PT Tapanuli Logistik Cargo

    Baca Juga  Daftar Harga dan Ukuran Ban Grader Terbaru 2020

    More to explorer

    Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

    Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

    Pemeliharaan dan perawatan komponen bangunan sangat diperlukan, demi menjaga keutuhan bagian komponen dari bangunan tersebut ataupun keindahanya. Pemeliharaan plafon sebagai salah satu

    Tinggalkan Komentar

    PT Tapanuli Logistik Cargo