Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan dan perawatan komponen bangunan sangat diperlukan, demi menjaga keutuhan bagian komponen dari bangunan tersebut ataupun keindahanya. Pemeliharaan plafon sebagai salah satu item bangunan menjadi

Read More »

Arsitektonis Bangunan

Di postingan ini akan menjelasakan 3 (tiga) bab yang berkaitan dengan arsitektonis bangunan. Untuk bab yang pertama akan dijelasakan “rencana kota”, yang kedua “syarat-syarat lingkungan

Read More »

Bunker Survey | Ruly Abdillah Ginting

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Bunker Survey

Salah satu pekerjaan Marine Surveyor Indonesia selanjutnya adalah melaksanakan Bunker Survey, Apa itu Bunker Survey? Definisi Bunker Survey yaitu suatu kegiatan marine survey di atas kapal untuk mengawasi kegiatan pengisian bahan bakar minyak ke atas kapal dari pihak supplier bahan bakar minyak (BBM) kapal. Berikut ini sedikit kita bahas tentang pekerjaan marine survey untuk Bunker Survey Kapal ini sebagai berikut;

Sudah menjadi rahasia umum ketika ada kegiatan Bunker Survey sering terjadi kekurangan muatan dalam pengisian minyak yang di terima oleh pihak kapal, untuk kita perlu kita ketahui dulu penyebab kekurangan dalam kegiatan bunker survey ini, setidaknya ada 10 cara untuk menghindari kekuarangan pada saat bunker survey kapal ini.

10 Cara Menghindari Kekurangan Muatan Saat Bunker Survey

Tulisan berikut ini tentang Bunker Survey, terutama sebagai seorang pelaut pasti anda tahu dan pernah melihat bahkan mengalami kejadian-kejadian berikut ini saat join di kapal pada pas ketika Bunker Survey dilakukan di atas kapal anda, terutama bagi rating pelaut bagian mesin serta khususnya bagi perwira laut bagian mesin, semoga tulisan kami ini dapat membantu anda menghindari kerugian bunker survey dikarenakan penerimaan bunker survey anda kurang atau bunker survey shortage ketika diterima di kapal anda.

Sebelum masuk ke tulisan 10 Cara Menghindari Kekurangan Muatan Saat Bunker Survey, ada baiknya kita telaah terlebih dahulu pengertian dari Bunker Survey ini terlebih dahulu, sebagai yang tertulis di bagian mukadimah diatas bahwa pengertian Bunker Survey adalah Pemeriksaan Bahan Bakar Kapal untuk memastikan jumlah kuantitas daripada bahan bakar yang ada di atas kapal pada saat pemeriksaan ini berlangsung, bisa jadi bunker survey dilakukan pada saat diperlukan perhitungan jumlah bahan bakar minyak kapal ketika ROB (remaining on board) atau OBQ (on board quantity) atau setelah selesai pengisian bunker survey oleh supplier bunker barge, berikut ini tulisan yg membahas tentang Apa itu Bunker Survey ?

What is Bunker Survey?

What is Bunker Survey ? Bunker Survey is an examination of the ship’s fuel to ascertain its total on board quantity. it can be ROB quantity, ROB is Remaining On Board of fuel oils like MGO (marine gas oil) or MFO (Marine Fuel Oil) or LSFO (low sulphur fuel oil) or HSFO (high sulfur fuel oil) or LSMDO (low sulfur marine diesel oil) and you know any many type or fuel oil consumption by ship’s or vessel now

For yours information below is mean or Bunker and survey for your perusal as follow;

Bunker is means of Fuel of a car, ship, vessel, craft, plane or other means of transportation in order to make the, move or running. Related with Bunker Survey onboard a ship, mostly the fuel is oil, either MFO (Marine Fuel Oil), MGO (marine gas oil) or LSFO (low sulphur fuel oil) or HSFO (high sulfur fuel oil) or LSMDO (low sulfur marine diesel oil), HSD (high speed diesel) or other call name.

Survey is means of To view and examine the condition of an object. How to examine an object in a bunker survey? to examine an object in a bunker survey due to by Mostly visual observation, facts finding, about the general data and idea, by measurements, technicals matters, etc. and, if needed, provide recommendation.

but have some understanding that a bunker means Marine Fuel Oil (MFO) or Marine Diesel Oil (MDO) or Marine Gas Oil (MGO) by refer to SS.600:2008, Singapore Standard, Code of practice for bunkering, published by Spring Singapore.

and refer to SS600:2008, Singapore Standard, Code of practice for bunkering, published by Spring Singapore, Bunker Surveyor is The person who hold a valid bunker surveyor license issued by the implementing authority.

Surveyor is the person who conduct the survey, for doing the job, the person is expected to be independent and backed up by sufficient professionalism. Therefore his/her behavior should be based on code of ethics and professional conduct.

and Marine Surveyor is defined as; A person who uses his/her particular skill and expertise (based on established competence of ships, boats, cargoes and the sea) to look at and report on the factual condition of any ship, cargo or thing appertaining to ship, cargoes and their respective enviroments.

What is the purpose of Bunker Survey ?

The purpose of Bunker Survey is to establish the quantity og bunker (its can be OBQ (on board quantity) or ROB (remaining on board) quantity) at time of survey present.

Why do we conduct the Bunker Survey ?

in case of below condition you need to conduct a bunker survey come on board your vessel;

1. Ship delivery or vessel redelivery, the reason is to ascertain the quantity of bunker that must be returned by Charterer to the Owner at the end of the charter party.

2. Being “off-hired” when a ship is still under charter, the reason is to ascertain the consumed bunker during “off-hire time” that falls under Owner’s responsibility.

3. Supplying bunker, either ship to ship or shore to ship, the reason is to prevent “cheating” on the supplied quantity.

4. Certain purposes, the reason is for Adjusting log book entry “on the spot checking” of actual quantity onboard (OBQ/ROB)

How do we conduct a Bunker Survey ?

Short Answer is in accordance with stardartd work instruction by your own marine survey company

The complicated answer is refer to SS600:2008, Singapore Standard, Code of practice for bunkering, published by Spring Singapore;

1. Time Log

    Surveyors shall record the time of all relevant events related to the entire bunkering operation until their return to base.

2. Pre Delivery

    Conference, checks on receiving vessel, checks on bunker tanker vessel

3. Delivery

    Surveyor should be observed; hoses connection, sampling, pumping rate, leakage, presence of unauthorized bunker tanker, blending operation and line clearing of bunker hoses or pipe line.

4. Post Delivery

    Checks on receiving vessel and check on bunker tanker vessel also.

oke, the above is a Bunker Survey information by a Marine Surveyor Indonesia who live in Batam is Mr. Ruly Abdillah Ginting you can call on his contact number on email at Marine.Surveyor.Indonesia(at)gmail.com, and now i have you already have knowlwdge and know and understanding of Bunker survey, understanding of Survey, understanding of Bunker Survey, Understanding for what is the purpose and reason to conduct a Bunker Survey on board the vessel and Understanding on how we conduct the Bunker Survey, including the Bunker Survey Calculation.

Setelah kita memahami apa itu Bunker Survey sebagaimana tulisan yang pernah saya postingkan di salah satu blog milik milik saya seorang Marine Surveyor Indonesia tersebut diatas, walaupun tulisan tersebut dalam bahasa inggris namun saya harap anda semua pasti sudah paham dan mengerti tentang apa itu bunker survey, maka berikutnya kita pelajari dahulu tentang 10 Langkah Kerja Bunker Survey dalam tulisan dibawah ini;

Saat ini di Batam sudah banyak kapal yang melakukakan kegiatan  Bunker Survey pengisian minyak solar ke kapal, sudah banyak sekali perusahaan penyalur BBM untuk Bunker Kapal di Batam, sebut saja seperti Lautan Terang, Batam Berkah Madani (BBM), Prayasa milik keluarga Terek, Oase Marine dan Destinia Sinergy punya Pak Agus Iskandar dan masih banyak lagi pemain bunker solar di Batam yang terus bermunculan saat ini, karena kabarnya anggota dewan DPRD Batam juga banyak yang bergelut bermain di bisnis minyak solar yg sungguh licin ini.

Batam saat ini menjadi pintu utama masuknya kapal-kapal asing maupun kapal-kapal domestik dalam negeri, imbas dari pesatnya kemajuan maritim Singapore, Batam mendapatkan limpahan kemajuan yang sangat berarti dan pesat dalam dunia perkapalan tanah air saat ini.

Batam pun menjadi pusat Bunker Pengisian Minyak Solar / HSD/ MGO saat ini, posisi Batam yang strategis dekat Selat Malaka dan Singapore Straits kemudian banyak dijadikan base bagi perusahaan minyak asing yg memiliki pengeboran minyak di Natuna sebagai base supply logistiknya. Hampir semua kapal menggunakan bahan bakar miyak solar HSD/MGO untuk menggerakan mesin kapal, namun ada juga jenis bahan bakar lainya yang berbeda-beda ada MFO, MGO, Gas Oil dan bahkan saat ini sudah ada kapal yg digerakan dengan tenaga listik, namun mayoritas kebanyakan kapal masih menggunakan bahan bakar minyak HSD/MGO atau apa yg sering kita menyebutkannya dengan minyak solar pertamina.

10 Cara dan Langkah Kerja Bunker Survey oleh Marine Surveyor

10 Cara dan Langkah Kerja Bunker Survey oleh Marine Surveyor

Pengisian minyak ke tanki bahan bakar di kapal disebut sebagai Bunker Survey, untuk menghindari kesalahpahaman dalam kegiatan bunker survey maka biasanya salah satu pihak akan menunjuk seorang Marine Surveyor untuk mensupervisi kegiatan bunker survey ini

Berikut sedikit sharing knowledge tentang bunker survey di kapal besar dan kapal tongkang sebagai bahan referensi buat kita semua, 10 Langkah Kerja Bunker Survey yaitu;

1. Pertama setelah kita sampai di kapal langsung menemui perwira kapa dalam hal ini Kapten Kapal ataupun Chief Engineer dan Chief Officer, pastikan bahwa untuk tidak melakukan kegiatan pemindahan air ballas ataupun air tawar karena dapat mempengaruhi draft dan trim/list kapal, tanyakan tank table dan pastikan kebenarannya 

2. Periksa dan catat Draft Mark Kapal untuk menjadi acuan mendapatkan actual draft, trim, list dan heel kapal, usahakan agar trim sekecil mungkin dan kapal dalam posisi mendongak atau upright position

3. Lakukan pengukuran cairan minyak dengan cara sounding atau ullaging pada semua kompartemen tanki kapal sebelum kegiatan bongkar muat bunker survey di mulai, inisial gauging bunker survey ini harus dilakukan dan disaksikan bersama-sama semua pihak terkait dan berkepentingan seperti Bunker Club, Chief Engineer (kedua belah pihak kapal, Suplier(pengirim) dan receiver (penerima) bunker, marine surveyor dan perwakilan perusahaan pelayaran kapal tersebut, periksa tinggi sounding tape, pipa sounding, tinggi cairan dan apakah fuel additive ditambahkan ke pipa sounding?

4. Periksa juga temperature cairan minyak, suhu bahan bakar minyak di ukur dengan menggunakan termometer air raksa, jika ada double bottom tanks supaya menggunakan suhu air laut saat itu dan suhu kamar mesin untuk tanki-tanki dalam kamar mesin

5. Lakukan perhitungan jumlah volume bahan bakar minyak berdasarkan data-data sounding dan temperature yg telah kita lakukan pada tahapan diatas, perhitungan ini menjadi dasar nilai inisial perhitungan sebelum bunker survey dimulai, bagi anda yg ingin mempunyai software program perhitungan minyak solar untuk bunker survey minyak dan loading supervision muatan minyak petroleum lainnya dapat  mengunjungi situs ini http://calculationpetroleum.blogspot.com/

6. Pengisian Bunker Survey dapat dimulai dengan segera, selama pengisian bunker survey agar selalu tetap memonitor jalan pengisian minyak, perhatikan selang hose minyak, flowmeter reading jika ada, dan pompa minyak yg dipakai serta lirik juga gerak-gerik crew kapal jika ada kesan mencurigakan, karena bunker survey ini sangat rawan penyalahgunaan dan pencurian minyak

7. Setelah selesai pemuatan dan pengisian bahan bakar minyak dengan isi bunker survey tersebut sesuai dengan BDN atau DO pemesanannya, kembali lakukan langkah-langkah seperti pada nomor 2, 3, 4 dan 5 diatas dan perhitungan ini sebagai final bunker survey

8. Selisih jumlah perhitungan antara inisial dan final bunker survey tersebut adalah sama dengan jumlah bunker minyak solar yg diserah-terimakan oleh supplier bunker club

9. Untuk kapal besar selain kapal tongkang biasanya perhitungannya menggunakan metrik tons (MT) bukan meter kubik atau liter, maka gunakan berat jenis (density) minyak solar tersebut sebagai konversi untuk menentukan berat minyak dalam perhitungannya

10. Tentukan juga jumlah kandungan lainnya jika ada, seperti air dan sedimen lain-lainnya kemudian di buat catatan apakah kandungan itu sudah termasuk atau belum dalam perhitungan jumlah bunker tersebut.

Nah, setelah ada gambaran tentang Apa itu Bunker Survey dan tata cara mengerjakan Bunker Survey seperti dalam ulasan pada tulisan diatas maka berikutnya saya akan bahas tentang 10 Cara Menghindari Kekurangan Muatan Saat Bunker Survey untuk para Pelaut Indonesia yaitu;

Berikut 10 Cara Menghindari Kekurangan Muatan Saat Bunker Survey bagi pelaut;

Baca Juga  CARA MENGAKTIFKAN HAND FLARE | Seputar Pelaut Ku

1. Awas Tabel Kalibrasi Kapal di Ganti

    Pelaut harus jeli memriksa buku tabel kapal milik bunker barge apakash sudah terkalibrasi dengan baik, buku tabel kablirasi kapal yang original harus disertain stempel dari class atau badan yang berwenang.

2. Panjang Pita Sounding Tidak Akurat

    Pastikan sounding taoe yg digunakan dimulai dari angka Nol dan tidak ada sambungan

3. Pipa Sounding di Modifikasi

    Terkadang ada juga pelaut atau bunker club yang tidak baik dengan berbuat memodifikasi pipa soundingan dengan memberi penghalang di ujung pipa sounding dengan kondom atau penghalang lainnya, makanya pastikan tinggi reference height sama dengan yg ada di buku tabel kalibrasi kapal.

4. Hasil Sounding NOL belum tentu isi tanki kapal kosong

    Hasil sounding menunjukan angka nol belum tentu tidak ada minyak di dalam tanki maka periksa berdasarkan buku tabel kalibrasi kapal

5. Hati-hati ada transfer antar Tanki maupun pemamfaatan Gravitasi

    Minta stowage plan muatan bunker kapal sebelum di mulai bunker dan harus di cek semua tanki kapal tanpa terkecuali bukan hanya tanki yag mau di bongkar saja untuk bunker survey

6. Awas efek Cappucino (busa dari pemompaan udara selama prose bunker survey)

   anda harus tau apa itu “Cappuccino Effect” yang merupakan istilah untuk busa foam yang ada diatas minyak sebagai hasil dari pemompaan ketika bunker survey sedang berlangsung, pastikan ketika akan di sounding minyak sudah stabil dan tidak ada lagi “Cappuccino Effect”.

7. Hati-hati bila ada Permainan Density atau Temperature

   Mintalah Certificate of Quality daripada bahan bakan minyak yang akan di supply bunker ke kapal kita untuk menghindari permainan density dan temperature ketika Bunker Survey Calculation di lakukan, namun ini dilakukan untuk Bunker Survey dengan penerimaan muatan dalam satuan Metric Tons saja.

Baca Juga  Dakota Cargo Gombong | Alamat Ekspedisi

8. Barge Sample Manifold

    Usahakan untuk memasang Bunker Sample Kit di ujung manifold pasa saat memasang hoses connected untuk melihat secara visual akan hal-hal yang mencurigakan dari pada minyak yang dipompa dari kapal bunker barge

9. Hati-hati ketika pelaksanaan Bunker Survey yang molor selesainya ketika Pilot sudah Boarding on Board.

   Banyak bunker club memamfaatkan keterbatasan waktu bunker survey dengan alasan terlambat datang padahal waktu bunker survey sudah dekat atau mepet dengan pandu naik kapal.

10. Hati-hati Flowmeter haya ditiup angin jika Bunker Survey menggunakan Flowmeter reading sebagai acuan penerimaan angka bunker survey di atas kapal.

 Demikian tulisan kami tentang Bunker Survey ini semoga berguna bagi anda semua dan sekarang anda sudah tahu sedikit banyak tentang Bunker Survey ini, intinya adalah dalam mengerjakan pekerjaan marine survey untuk bunker survey ini kita tidak melupakan tata cara melakukan bunker survey seperti ;

– Mengidentifikasi dan mencatat jumlah dan kedalaman tanki kapal, catat juga Referensi Tinggi atau referen height dan pakai Metode Pengukuran yang dianjurkan untuk menggunakan sistem pengukuran (ullage atau Sounding) untuk setiap Tanki Minyak yg ada diatas kapal. 

Cara kerja pengukuran minyak dengan sistem Sounding yaitu menentukan tingkat tinggi cairan minyak yang diukur dari bagian bawah tangki dasar lantai tanki kapal sampai dengan ke permukaan cairan. Sedangkan sistem pengukuran Ullage berarti untuk menentukan tingkat tinggi cairan minyak dengan cara mengukur ruang kosong dari atas Tanki (mulut Sounding Pipe) ke permukaan cairan minyak (biasanya sitem pengukuran ini diterapkan untuk cairan minyak hitam berat seperti MFO). Kedua metode akan mengarah ke hasil yang sama.

Baca Juga  Alamat Wahana Logistik Jakarta Timur


– Catat Laporan Bunker terakhir yang tersedia di kapal seperti waktu kapan bunker terakhir dilakukan serta Tempat dimana Bunker Survey terakhir ini di laksanakan dan yg penting catat density minyak di pergunakan dalam perhitungan bunker survey ini.


– Catat bunker on arrival dan Engine Log Book.


– Memeriksa keakuratan daripada Tape Sounding yg dipergunakan untuk sounding atau ullage ini, sangat dianjurkan untuk menggunakan Sounding Tape milik kita sendiri. 

– Lakukan pengukuran Sounding untuk setiap Tanki Minyak Kapal tersebut dan catat semua level tinggi cairan minyak yang ditunjukan oleh sounding tape tadi dan direkomendasikan menggunakan pasta air dan pasta minyak untuk mengukur tinggi cairan minyak ini.


– Periksa dan cek Draft Marks kapal untuk mendapatkan Draft Depan, Draft Belakang dan Trim Kapal dan periksa juga List Kapal untuk mencari koreksi yang diperlukan untuk menghitung jumlah minyak yang ada di tanki kapal tersebut.


– Sampel minyak perlu diambil untuk mengecek suhu minyak dan density minyak atau gunakan termometer yang tersedia di masing-masing tangki kapal untuk mengetahu suhu minyak tersebut.

Post Disclaimer

The information contained in this post is for general information purposes only. The information is provided by Bunker Survey | Ruly Abdillah Ginting and while we endeavour to keep the information up to date and correct, we make no representations or warranties of any kind, express or implied, about the completeness, accuracy, reliability, suitability or availability with respect to the website or the information, products, services, or related graphics contained on the post for any purpose. - PT Tapanuli Logistik Cargo

More to explorer

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan dan perawatan komponen bangunan sangat diperlukan, demi menjaga keutuhan bagian komponen dari bangunan tersebut ataupun keindahanya. Pemeliharaan plafon sebagai salah satu

Tinggalkan Komentar

PT Tapanuli Logistik Cargo