Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan dan perawatan komponen bangunan sangat diperlukan, demi menjaga keutuhan bagian komponen dari bangunan tersebut ataupun keindahanya. Pemeliharaan plafon sebagai salah satu item bangunan menjadi

Read More »

Arsitektonis Bangunan

Di postingan ini akan menjelasakan 3 (tiga) bab yang berkaitan dengan arsitektonis bangunan. Untuk bab yang pertama akan dijelasakan “rencana kota”, yang kedua “syarat-syarat lingkungan

Read More »

Cara Perhitungan Muatan di Kapal Kargo Dengan Draft Survey

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Cara Perhitungan Muatan di Kapal Kargo Dengan Cara Pembacaan Draft Mark Kapal atau di sebut dengan Draft Survey Kapal Kargo.

Apa itu Draft Survey ataupun kadang di sebut dengan Draught Survey?

Mari kita lihat dan baca lebih lanjut tulisan saya dalam blog marine surveyor indonesia
ini, negara kita Indonesia ini sudah lama di kenal sebagai negara
maritim dan bisa jadi Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia
ini saat ini, jalur laut nusantara kita saat ini menjadi jalur lalu lintas utama perdagangan dunia, hampir semua kapal melewati laut Indonesia. Sebagai negara
maritim yg besar tersebut tidak salah jika negara ini membutuhkan
tenaga kerja maritim yg handal seperti Pelaut dan masih banyak lagi tenaga ahli yg berkecimpung dalam bisnis merin dan maritim, salah satunya adalah Marine Surveyor
Indonesia yg memiliki keahlian dalam Perhitungan Muatan Kapal dengan Draft Survey.

Draught
Survey atau Draft Survey menggunakan dasar hukum Archimedes yg mengatakan berat benda yg masuk ke
dalam air adalah sama dengan berat air yg keluar akibat tekanan masuknya
benda tersebut ke dalam air tadi, namun sebelum archimedes menemukan
ini bisa jadi ketika zaman Nabi Nuh yg sudah bisa membuat kapal pada
masa itu sudah ada hukum perhitungan berat dengan cara draft survey ini
namun tidak di kenal oleh publik secara umum karena saya pernah
mendengar cerita Abu Nawas ketika itu akan di hukum gantung oleh raja jika
tidak tahu menebak berat benda besar yg dimuat diatas kapal dengan
metode yg hampir sama dengan archimedes dan dasar perhitungan draft
survey maka Abu Nawas bisa lolos hukuman gantung dengan menimbang berat
kapas sebagai pengganti berat dari benda besar yg coba di tebak berapa
jumlah beratnya tersebut.

Selain
dengan draft survey ini masih ada 3 (tiga) cara lain untuk menghitung berat yaitu
dengan timbangan, weighing bridge dan belt conveyor scale, namun saat ini Draft Survey
sudah di akui oleh dunia dan badan dunia PBB (United Nation UN) sebagai metode perhitungan resmi
yg di gunakan sebagai angka muatan kapal dalam surat dokumen B/L (bill of lading)

Secara
umum cara perhitungan draft survey adalah menghitung displacement yaitu
panjang x lebar x tinggi draft x koefisien blok x density namun karena
bentuk kapal tidak hanya berbentuk kotak persegi empat saja makanya di
perlukan beberapa koreksi yakni draft koreksi, trim koreksi, hogging
atau sagging koreksi dan density koreksi, mari kita pelajarin satu per satu Cara Perhitungan Muatan Kapal Dengan Draft Survey Software ini.

A. Teori Dasar Archimedes

Sebelumnya
akan mengulas hukum Archimedes yang telah diterapkan dalam penentuan
besar nilai muatan yang telah berada diatas kapal. Mungkin para pembaca
masih ingat akan bunyi hukum Archimedes yang berbunyi sebagai berikut;

“Benda yang dibenamkan dalam bidang air, maka benda yang bagian terbenam sebanding dengan berat/ volume air yang dipindahkan”.





Dari penerapan hukum tersebut maka diatas kapal didapatkan besar nilai muatan dikapal dengan cara yaitu : 

Penentuan
Muatan diatas kapal dengan mengambil nilai perubahan atau perbedaan
berat/ volume benaman kapal saat akhir (Final Displacement) dikurangi
dengan berat/ volume benaman kapal saat awal (Initial Displacement).






[Muatan diatas Kapal = Final Displacement – Initial Displacement]

B. Tahap Pelaksanaan Draught Survey

Berdasarkan teori Dasar Archimedes serta keterangan gambar maka kita dapatkan adanya perbedaan 

volume antara volume benaman akhir (Final) dengan volume benaman awal (Initial).

Dari perbedaan tersebut diketahui bobot muatan yang berada diatas kapal.

Setelah kita pahami teori hukum archimedes, mari kita memulai mengupas masalah bagaimana
Draught Survey dimulai. Urutan pelaksanaan Draught Survey yaitu;

1. DRAFT READING 

Pembacaan Draft Kapal
dari ke-enam titik draft kapal untuk referensi berat/ displacement
kapal. Lokasi ke-enam draft kapal tersebut yaitu seperti contoh gambar
berikut ini.


2. MEASURING 

Pengukuran Tanki Ballast, Tanki Fresh Water, Tanki Fuel, Tanki Diesel Oil, 

Tanki Lub Oil, Ukur Nilai Density Perairan, Ukur Nilai Density Cairan dalam tanki-tanki diatas kapal dsb.

3. DATA CHECK AND CALCULATION 

Pengecheckan Data Kapal, Data Koreksi Draft, Perhitungan Ballast,
Perhitungan Fuel Oil, Perhitungan Diesel Oil, Perhitungan Lub Oil, 
Perhitungan Muatan.

Dari pelaksanaan ketiga urutan diatas maka dapat diketahui nilai volume/ berat benaman kapal.



draft kapal kargo
Draft Kapal Kargo

B. 1. Tahap Draft Reading



Pengenalan Draft Kapal

Mengenai
Draft Reading (Pembacaan Draft) mungkin bagi pemula/ tingkat pelajar
masih bingung mengenai sehingga muncul pertanyaan Apa itu Draft, Seperti
apa Draft Kapal dan bagaimana pembacaan Draft Kapal? 

Memang
seperti apa Draft Kapal, kami rasa pemula akan cepat memahami jenis
Marking Draft Kapal, tetapi bagi pemula terkadang agak sulit khususnya
pada pembacaan draft kapal, apa lagi kondisi laut yang berombak atau
swell sehingga butuh waktu lama dalam pembacaan draft kapal.

Untuk menjawab rasa penasaran anda bagi pemula;

  • Apa
    itu Draft Kapal? “DRAFT bisa diartikan yaitu besar nilai ukur
    tenggelamnya kapal didalam bidang air, diukur dari Dasar Lunas Kapal
    hingga ke Permukaan bidang air dimana kapal tersebut berada”.





  • Seperti
    apa Draft Kapal, selama ini draft kapal yang tergambar pada lambung
    kapal menggunakan dua versi unit ukuran draft, yaitu UNIT METER dan UNIT
    FEET INCH. Adapun contoh mark draft kapal yang menggunakan kedua unit
    tersebut dibawah ini.

Lihat Gambar dibawah
Contoh Draft dengan Satuan Meter

(Gambar 1.1)



(Gambar 1.2)


(Gambar 1.3)


(Gambar 1.4)


– Pada (Gambar 1.2), Apa bila kita baca adalah sekitar  6M 32Cm / 6M 34Cm.

– Pada (Gambar 1.3), Merupakan keterangan ukuran baku, ukuran semuanya kelipatan 10Cm.

– Pada (Gambar 1.4), Apa bila kita baca adalah sekitar 10M 02Cm/ 10M 03Cm.

 Lihat Gambar dibawah

Contoh Draft dengan Satuan Feet Inch (Imperial System)



Baca Juga  Peralatan penanggulangan Keadaan Darurat Di Kapal
(Gambar 2.1)




(Gambar 2.2)
(Gambar 2.3)








(Gambar 2.4a)

(Gambar 2.4b)



Note :


Pada (Gambar 2.2), Apa bila kita baca adalah sekitar  19Ft 03Inch/ 19Ft
04Inch. Setelah itu kita koversikan ke dalam satuan Meter untuk
penabelan hitung Displacement.(Tergantung dari Tabel Hitung apakah
menggunakan satuan Meter atau Imperial)


Pada (Gambar 2.3), (Gambar 2.4a) dan (Gambar 2.4b), Merupakan standar
dasar ukuran jarak antar angka untuk acuan dasar pembacaan draft.

Untuk
akhir-akhir ini banyak kapal menggunakan satuan meter, karena lebih
mudah dalam pembacaan dan konversinya. Sehingga jarang kita temui kapal
dengan ukuran satuan imperial.






Trik Pembacaan Draft

Pembacaan
Draft kapal terkadang membuat kita kerepotan apabila kapal berada di
laut terbuka (open Waters) dengan alun laut/ ombak laut yang begitu
besar/sedang serta ritme alun tersebut begitu cepat. Dari kondisi itulah
terkadang bagi pemula bahkan yang sudah berpengalaman akan kerepotan
dalam menentukan berapa draft kapal. Apabila anda sering menghadapi
masalah seperti itu, maka anda akan lebih mudah dalam pembacaan jika
anda punya trik/ cara pembacaan draft kapal.

Maka itu penulis akan membagi trik berdasarkan pengalaman serta good seamanship/ kebiasaan pelaut yang baik. 

Adapun trik pembacaan sebagai berikut;

 Ø Average Reading/ Ambil Rata-rata Alun

Dengan mengambil nilai rata-rata pembacaan alun tertinggi dan alun terendah, kita

catat pembacaan tersebut setelah itu kita bagi dengan frekuensi pembacaan.

Ø Reading on Slack Condition/ Pembacaan saat Alun Tenang.

Pembacaan dengan cara ini, kita harus benar-benar tungggu kesempatan alun slack/

alun tenang disaat kondisi alun yang begitu cepat berubah dan ritme nya cepat.

Disela-sela perubahan alun yang begitu cepat, akan ada kondisi alun slack/ tenang. 
Ketika alun slack kita baca draft kapal dengan baik.

Ø Reading with Floating Ball in Transparant Hose (Draft Indicator)/ Pembacaan Menggunakan Bola Apungan dalam Selang.

Pembacaan dengan bantuan alat berupa bola apungan yang diletakkan didalam selang

transparan akan lebih baik, karena penempatan selang ditenggelam dengan posisi

berdiri vertical sejajar dengan lambung kapal sehingga terisi oleh air dan bola apungan
akan tenang mengapung didalam selang.
Contoh Gambar  peralatan pendukung pembaca draft atau Draft Indicator Reader.

Draft Indicator Reader



Sebuah
tabung plastic/ selang transparan diberi lubang pada setiap ujungnya
dengan panjang 1 m dan berdiameter 2 cm, diberi pemberat sekitar 1 kg,
dan diberi indikator pelampung/ bola apungan dalam tabung tersebut,
seperti dalam gambar diatas. Dengan adanya alat ini pada indikator
apungan , bola apungan akan terlihat naik turun dengan tenang, bola
apungan saat kondisi tenang tersebut merupakan titik baca draft.


Setelah
melewati tahapan pembacaa draft kapal, dimana kesulitannya adalah
membaca draft kapal dalam kondisi perairan yang berombak dan ritme ombak
yang begitu cepat. Bila kesulitan tersebut kita telah lewati dan
pembacaan draft kapal kita dapatkan figure nya, maka kita melanjutkan ke
tahap berikutnya.

Binaga Ocean Surveyor
PT. Binaga Ocean Surveyor adalah perusahaan marine survey di Batam
B. 2. Tahap Measuring

Pengenalan Alat Ukur

Pada
tahapan ini, kita diminta untuk mengukur/ sounding maupun ullaging
tanki-tanki yang berada diatas kapal, tanki tersebut adalah tanki
ballast, tanki bahan bakar kapal, tanki pelumas mesin kapal, tanki air
tawar kapal, megukur kekentalan/ density masing-masing cairan dalam
tanki tersebut  dan density perairan dimana kapal itu berada. Perlu anda
pahami sebelum melakukan pengukuran, beberapa alat pengukur yang
digunakan, yaitu;

1. Sounding Tape

Digunakan
untuk mengukur kedalaman cairan yang berada didalam tanki, apabila
tanki tersebut adalah tanki ballast atau tanki air tawar, maka sounding
tape kita lumuri dengan Water Paste/ Pasta Air, begitu juga sebaliknya
apabila tanki yang ukur adalah tanki fuel/ bahan bakar maka kita gunakan
Gasoline Paste. Karena dari kedua pasta tersebut akan menghasilkan
warna yang berbeda-beda bila dicelupkan kedalam cairan yang sesuai atau
berbeda.

Dipping Tape/ Pemberat


Sounding Ballast/ Fuel Tank
Sounding Tape





 

Water Paste
Gasoline Paste





2. Hydrometer dan Water Sample Dipper

Hydrometer,
peralatan ini untuk mengukur tingkat kekentalan/ density suatu cairan.
Jenis hydrometer yang sering digunakan yaitu jenis Zeal Hydrometer.
Sedangkan Sample Dipper digunakan untuk mengambil cairan yang akan
diukur, setelah itu cairan kita tempatkan pada gelas ukur atau
tabung penampung, lalu kita masukkan Hydrometer untuk mengukur  kekentalan cairan tersebut. 

Tujuan dari penggunaan hydrometer yaitu untuk mengetahui berat jenis cairan dalam tanki guna perkalian volume cairan tersebut.

Dari
keseluruhan hasil sounding atau ullaging tanki, maka kita konversikan
hasil sounding/ ullaging dengan menabelkan untuk mengetahui volume
cairan dalam tanki. Setelah kita mendapatkan volume cairan dalam tanki
maka langkah berikutnya adalah mengkonversikan volume tersebut dengan
rumus diatas, sehigga kita dapatkan berat cairan dalam tanki. 

Kami
rasa tahap measuring cukup sampai disini, para pemula akan memahami
tahapan ini dengan membaca loading manual/ manual perhitungan tanki
ballast, tanki bahan bakar dan tanki air tawar.

B.3. Tahap Calculation 

Persiapan Perhitungan

Setelah anda melewati Tahap Reading dan Tahap Measuring, maka anda memasuki Tahapan

Calculation/ Perhitungan, dimana tahapan ini anda diminta untuk mengerti, perhatian serta
ketelitian
dalam pengaplikasian suatu hasil observasi/ pengechekan kedalam rumus/ format
perhitungan drauht survey.

Ketika anda selesai melaksanakan tahapan sebelumnya, maka memiliki data;

1) Draft Kapal. 

2) Data Density Perairan. 

3) Data Hasil Soundingan Tanki Ballast, Bahan Bakar, Air Tawar dll. 

     (Data Hasil Observasi/ Check bersama Mualim I/staff/crew kapal).

Dengan ketiga hasil data tersebut diatas, maka kita memasuki tahapan perhitungan.

Berdasarkan data diatas kita bisa memulai persiapan pra-perhitungan yaitu;

a) Penge-checkan Data-data/ Dokumen Kapal, meliputi;
        – Ship Particular.
        – Ship Loading/ Discharging Manual Booklet.
        – Hydrostatic Table/ Hydrostatic Curve.
        – Displacement Table.
        – Tank Sounding Table (Tanki-tanki Ballast, Bahan Bakar dsb).
        – Capacity Plan & Stowage Plan
        – Loadline Document/ Certificate
        – Records of Ship Constant.
        – Light Ship/ Bobot Kosong Awal Kapal saat pertama kali dibuat.
        – Ukuran Panjang LBP (Lenght Between Perpendicular)

b) Penge-checkan Data Koreksi Draft Kapal.
        – Jarak antara Marking Draft Depan dengan Marking Draft Belakang. (LBM)
        – Jarak antara Marking Draft Depan dengan Perpendicular Depan. (LF)
        – Jarak antara Marking Draft Tengah dengan Metacenter/Midship. (LM)
        – Jarak antara Marking Drfat Belakang dengan Perpendicular Belakang. (LA)
        Biasanya disertai keterangan gambar, seperti contoh dibawah ini.


Baca Juga  Cara Penulisan Alamat Penerima Dan Pengirim Paket
(Gambar 3.1)

      Pembacaan draft
kapal yang kita dapatkan belumlah benar karena letak draft mark tidak
tepat pada perpendiculer atau tipping center, maka itu perlu digeser
dengan menambah/ mengurangi sesuai besar nilai koreksinya.

Setelah
data-data kapal diperoleh dan total ballast, total bahan bakar, serta
total air tawar diketahui, maka kita bisa memasuki tahap perhitungan
muatan kapal. Dibawah ini merupakan form kurang lebihnya sama dari semua
para surveyor dalam pelaksanaan urutan perhitungan Draught Survey.

(Gambar 3.2)

Keterangan Pengerjaan pada Form Calculation :


Tahapan No. 1, 2 & 3
– Untuk Mean Draft (letter a, d & g)
   Mean Fwd/ Mean Mid/ Mean Aft Draft = Draft Port side + Draft Starboard side

                                                                                      2

Draft Correction (letter b, e & h)

  Formula Hitung 

       Draft Correction = Jarak Draft Mark dari Perpendicular x Apparent Trim

                                                                          Jarak antar Draft Mark (LBM)

                                                                                    atau

                                          = Jarak Draft Mark Tengah dari Tipping Centre x App Trim

                                                                          Jarak antar Draft Mark (LBM)

  Apabila

    a. Trim by stern (Kapal Trim Belakang), Jika letak Draft Mark berada didepan Perpendicular/ Tipping Centre maka 
       Nilai Corretion nya adalah Plus (+).

    b. Trim by ahead (Kapal Trim Depan), Jika letak Draft Mark berada didepan Perpendicular/ Tipping Centre maka 
       Nilai Correction nya adalah Minus ().

   
Kedua ketetapan diatas akan terbalik bila letak Draft Mark dibelakang
perpendicular/ tipping centre. Jika anda masih bingung atau belum
memahami ketetapan Draft Correction diatas, anda bisa mencoba memahami
melalui gambar dibawah ini.

(Gambar 3.2)


Dari
Gambar diatas dan dibawah dapat kita simpulkan bahwasanya Draft Mark
yang kita baca perlu kita geser tepat menuju ke posisi Perpendicular
atau Metacentre Kapal
(Gambar 3.3)

 

(Gambar 3.4)
(Gambar 3.5)

Untuk True Draught (letter c, f dan i),
Setelah anda mendapatkan besar nilai draft correction, maka anda
tinggal mengaplikasikan besar nilai draft correction tersebut dengan
menambahkan/ mengurangkan pada draft mean.

   True ….. Draught = Mean Draught  +/-  Draught Correction

Begitu anda memahami Gambar 3.2 sebagai acuan dasar koreksi draft. Maka anda dapat memasuki tahapan berikutnya.

Tahapan No. 4

Dari
pembacaan draft serta pencarian koreksi, keseluruhannya untuk mencari
draft sebenarnya secara rata-rata. Dengan istilah lain True Draft atau Quarter Mean Draft, dengan rumus perhitungan sebagai berikut;

Quarter Mean Draft = T Forward Draft + ( 6 x T Mid Draft ) + T Aft Draft

                                                                                                8

Tahapan No. 5

Displacement
Correspondent dalam artian berapa nilai displacement berdasarkan
Quarter Mean Draft hasil pembacaan draft survey. Nilai Displacement
corespondent didapatkan dari pentabelan pada table Hydrostatic Table/
Displacement Table dengan acuan Quarter Mean Draft, pada pentabelan
sering dilakukan dengan cara interpolasi untuk ketepatan nilai
Displacement untuk kondisi sesuai Quarter Mean Draft.

Contoh Cara Interpolasi dalam Pentabelan:

(Gambar 3.6)

Tahap No. 6A dan 6B

Pada
tahapan ini (Trim Correction) kita banyak diminta untuk lebih mengerti
beberapa istilah yang digunakan dalam koreksi displacement kapal karena
pengaruh adanya trim yang terjadi diatas kapal pada saat itu. Sebelum
memasuki lebih dalam pada bagian ini, penulis akan menjelaskan beberapa
istilah yang digunakan dalam koreksi trim yaitu sbb;



Tahap No. 7

Pada
tahapan ini, setelah kita mendapatkan Nilai Trim Correction. Maka untuk
mendapatkan Displacement yang telah terkoreksi oleh Trim Correction,
yaitu dengan formula sbb;

      Displ after Corr by Trim = Displ Corespondent +/- Total Trim Correction

Tahap No. 8

List
Correction/ Koreksi kemiringan diterapkan apabila pada saat draught
survey kondisi kapal tidak tegak/ up right dimana ada kemiringan yang
mempengaruhi terjadinya perbedaan antara draft tengah kanan dan draft
tengah kiri kapal.

Dengan
adanya kemiringan kapal, perlu anda pahami untuk mengerti kenapa ada
Koreksi Kemiringan. Jika anda perhatikan pada layer yang berwarna
kuning, merupakan segitiga benaman yang kita cari besar nilainya untuk
menggantikan posisi layer warna biru (layer yang tidak tenggelam). Bila
besar layer Kuning telah kita dapatkan untuk menggantikan layer Biru,
maka kita dapat menambahkan ke Displacement yang sudah terkoreksi oleh
trim.

Rumusan List Correction:

                       List Correction = 6 ( D2 – D1 ) x ( TPC2 – TPC1 )



                                         D12      = Draft midship
                                         TPC12 = TPC pada saat draft tersebut D12

                             (List Correction, Tonnase nilainya selalu Positif)




Tahapan No. 9

Baca Juga  Pengiriman Murah Medan: Pelabuhan Boom Baru Palembang

Setelah mendapatkan besar nilai
koreksi kemiringan/ list correction, maka anda tinggal menambahkan
dengan displacement yang sudah dikoreksi oleh trim koreksi.



Tahapan No. 10 dan 11

Pada
tahapan ini untuk mengetahui koreksi benaman kapal pada tingkat
kekentalan atau berat jenis bidang air dimana kapal berada. Untuk
mengetahui tingkat kekentalan perairan sekitar kapal, maka diadakan
pengambilan air untuk diukur tingkat kekentalanya. Area atau posisi mana
daerah pengambilan air yaitu ke 6 titik (depan kanan, depan kiri,
tengah kanan, tengah kiri, belakang kanan, belakang kiri) apabila kapal
berlabuh/ tidak sandar didermaga, bila sandar didermaga maka kita ambil
pada sisi laut/ perairan saja. Pengambilan sample air lebih baik adalah
sedalam 50% dari draft kapal.

Kita
gunakan Hydrometer jenis Zeal yang memiliki skala besar untuk
memudahkan dalam pembacaan, hydrometer memiliki satuan Kg/ltr.













Untuk mencari Besar Nilai Koreksi Density menggunakan rumusan sbb;


                 Corretion by Density = ( MD – SD )   x    Displacement
                                                                          SD


                MD  = Nilai Density perairan yang di observasi (sekitar kapal)
                SD    = Ship Density/ Density Kapal berdasarkan Hydrostatic sebagai standar ukur
                             kapal ketika dibangun oleh Shipbuilder……Standar tersebut yaitu 1.025
                Displacement = Displacement kapal yang telah terkoreksi kemiringan.
                                      Nilai koreksi ini selalu bernilai “Negatif (-)”





Tahapan No. 12, 13 dan 14

Dengan mendapatkan Displacement yang telah terkoreksi oleh koreksi
density, maka kita tinggal beberapa langkah tahapan yang lebih singkat
untuk mendapatkan Net Displacement Kapal. Kita mendapatkan Nilai Net
Displacement tersebut dengan rumusan sbb;

Net Displacement = Displacemant Corr by Density – Deduct Weight

Data Deduct Weight merupakan berat pengurangan yang berasal dari berat
selain berat kapal itu sendiri dan Constant Kapal, jadi pengurangan
berat ini berupa berat Ballast Water, Fresh Water, Fuel Oil, Diesel Oil,
Spare Lub Oil, atau Other (berarti berat tambahan lain pada saat itu/
saat survey).

Dengan mendapatkan Nilai Net Displacement pada saat Initial dan Final,
maka mendapatkan nilai muatan yang telah termuat atau terbongkar dengan
cara sbb;

Muatan/ Cargo on Board = Net Displ saat Final – Net Displ saat Initial

————————————————————————————————————–

Untuk mendapatkan informasi tambahan lain, silahkan klik dibawah ini:

tulisan diatas bisa kita sebut sebagai sebuah ilmu tentang Belajar Menghitung Muatan Kapal Kargo dan Tongkang dengan cara Draft Survey ataupun Draught Survey.

Draft Survey
Draft Survey

Draft Survey
Draft Survey

Keakuratan
hasil perhitungan draft survey sangat bergantung kepada pengalaman dan
ketelitian surveyor ataupun chief officer dalam
menghitung muatan kapal dengan cara draught survey ini, peralatan yg
digunakan serta keadaan cuaca ketika draft survey di kerjakan.


Jika anda membutuhkan jasa marine surveyor untuk melaksanakan Draft Survey untuk kargo kapal anda, kami persilahkan untuk menghubungi kami PT. Binaga Ocean Surveyor di alamat dibawah kami;
Contact Us

PT. Binaga Ocean Surveyor
Kabil Industrial Estate
Ruko CNN Blok D3 No. 3 Batu Besar, Nongsa, Kabil, Batam 29467-Indonesia
Telephone : +62778 7100034
Fax. : +62778 7372503
Direct Call 24 Hrs : +628127015790
Hand-phone : 08117775790 (AOH)
Email : info@binaga-ocean.com
Web: www.binagaoceansurveyor.com

selain Draft Survey Kapal kami juga bisa melakukan berbagai jenis jasa marine survey lainnya seperti tertera di bawah ini;

Our Service

Marine
Surveyor & Inspection Services, Bunker Survey, On Hire Survey, Off
Hire Survey, Stuffing Survey, Loading Survey, Cargo Damage and Insurance
Survey, Hull and Machinery Damage Survey, Discharging Survey, P&I
Survey, Towing & Lashing Survey, On/Off Hire Bunker ROB and General
Condition Survey, Towing Approval Survey, Free Gas Survey, Seaworthiness
Survey, The Vanning Survey, On Hire Condition Survey, On Hire Bunker
Survey, Pre-Hire Condition Survey, Sampling and Gauging Survey, Cargo
Condition Survey, Seal Breaking Survey, Condition Survey, Container
Inspection, Pre-shipment Condition Survey of Project Cargo, Pre-Loading
Survey, Loading/Discharging Supervision of Heavy Lifts and Machinery,
Bunker Quantity & Quality Survey, Volumetric Measurement Survey,
Tank Dryness/Cleanliness Inspection, Stuffing/Un-stuffing of General
Cargo and Frozen Foods/Fruits, Damaged Survey.

untuk rekan pelaut atau siapa pun yg tidak mau repot-repot belajar, kami mempunyai program perhitungan Draft Survey Digital yang akan mempermudah anda melakukan perhitungan muatan kapal anda di kapal kargo atau kapal tongkang, silahkan

order kepada kami. 
Terima
kasih atas pemesanan program perhitungan DraftSurveySoftware.com, 

silahkan
lakukan pembayaran Rp. 285,000,- ke salah satu rekening kami dibawah ini

 
BCA 3403431059 ; 
 
Bank Mandiri
1090009967308 ; 

 
BNI 0214822882 ; 
 
BSM 7006478144 atas nama Ruly Abdillah, 
software segera kami kirimkan ke alamat email anda via email kami
ruly.abdillah@gmail.com, 

terima kasih atau kunjungi blog http://DraftSurveySoftware.com

Post Disclaimer

The information contained in this post is for general information purposes only. The information is provided by Cara Perhitungan Muatan di Kapal Kargo Dengan Draft Survey and while we endeavour to keep the information up to date and correct, we make no representations or warranties of any kind, express or implied, about the completeness, accuracy, reliability, suitability or availability with respect to the website or the information, products, services, or related graphics contained on the post for any purpose. - PT Tapanuli Logistik Cargo

More to explorer

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan dan perawatan komponen bangunan sangat diperlukan, demi menjaga keutuhan bagian komponen dari bangunan tersebut ataupun keindahanya. Pemeliharaan plafon sebagai salah satu

Tinggalkan Komentar

PT Tapanuli Logistik Cargo