Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan dan perawatan komponen bangunan sangat diperlukan, demi menjaga keutuhan bagian komponen dari bangunan tersebut ataupun keindahanya. Pemeliharaan plafon sebagai salah satu item bangunan menjadi

Read More »

Arsitektonis Bangunan

Di postingan ini akan menjelasakan 3 (tiga) bab yang berkaitan dengan arsitektonis bangunan. Untuk bab yang pertama akan dijelasakan “rencana kota”, yang kedua “syarat-syarat lingkungan

Read More »

DOKUMEN DOKUMEN PENGIRIMAN BARANG ~ Tapanuli Logistik Jasa Pengiriman Murah

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

A. Membuat Back Order

1. Prosedur Order Penjualan
     Prosedur adalah suatu urutan
kegiatan administrasi yang melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau
lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan
yang tejadi berulang-ulang. Dalam penanganan order penjualan pada suatau
perusahaan perlu adanya prosedur yang digunakan sebagi pedoman. Kegiatan
administrasi yang dimaksudkan antara lain: menulis, menggandakan, menghitung,
memberi kode, mendaftar, memilih dan memindahkan, serta membandingkan.
     Prosedur sangat tergantung kepada
jenis kegiatan perusahaan. Apakah perusahaan itu merupakan perusahaan jasa,
perusahaan dagang atau perusahaan industri dan juga besar kecilnya skala
perusahaan itu sendiri. Disamping itu, cara penjualan tunai atau kredit akan
mempengaruhi prosedur yang dibuat oleh suatu perusahaan. Penanganan kegiatan
penjualan bagi perusahaan dagang yang memiliki standar prosedur operasional
akan melibatkan bagian-bagian organisasi sebagai berikut :

     a) Bagian order penjualan:

1. Merima Order dari langganan.
     Order dari langganan diterima dalam
bentuk (PO) dari langganan melalui fax atau secara langsung yang kemudian
dicatat dalam order form. Permintaan secara lisan melalui Telephone tidak dapat
dilayani.

2. Memverikasi order langganan.
     Mencakup data pelanggan secara
lengkap termasuk alamat penyerahan barang yang diinginkan customer, quantity,
dan merawat validasi data tersebut melalui workstation yang ada pada bagian
penerimaan order untuk mengecek pemenuhan order, yang meliputi nama produk,
nomor surat pesanan atau pemesan, harga, tanggal penyerahan barang, dll.

3. Mencatat order langganan ke sistem komputer dan menerbitkan dokumen order
penjualan.
     Dokumen ini selanjutnya berfungsi
sebagai surat permintaan pengadaan barang (stock request). Bila barang yang
dipesan tidak tersedia atau persediaan di gudang tidak mencukupi, maka akan
direkam sebagai back order. (order yang belum terpenuhi). Order penjualan di print
out melalui printer di bagian penerimaan order

Baca Juga  Mengenal Velg Hybrid untuk Truk dan Bus - TruckMagz

4. Membawa dokumen order penjualan ke bagian otorita kredit.
     Hal ini untuk mendapat persetujuan
penjualan kredit. Bila Customer tetap dapat langsung ke bagian Stock &
Delivery.

5. Mengadakan contact dengan pelanggan mengenai pemenuhan order.

b) Bagian kredit:

1. Menerima dokumen order penjualan dari bagian penerimaan order
2. Memeriksa status langanan melalui workstation yang ada di bagian otorita
kredit
3. Berdasarkan informasi yang diperoleh dilayar komputer, kemudian memutuskan
apakah order ini dapat dipenuhi
4. Menyerahkan kembali dokumen order penjualan yang sudah di verifikasi dan
ditandatangani, dan diteruskan ke bagian Stock & Delivery.
5. Menerima faktur lembar ke-1, Faktur Pajak lembar ke satu dan Delivery Order
lembar ke-1 yang telah diverifikasi oleh oleh langganan dan mengarsipnya urut
tanggal.

c) Bagian Stock & Delivery

1. Menerima oder penjualan yang telah ditandatangani bagian otorita kredit dari
bagian order penjualan
2. Menyiapkan dokumen pengiriman berdasarkan order penjualan.
    Bila barang tidak tidak tersedia di
gudang meneruskan order penjualan ke bagian pembelian barang dagang.
3. Mencatat pembelian
     Berdasarkan surat jalan yang
ditandatangani oleh sopir untuk barang yang langsung dijual atau surat jalan
supplier yang ditandatangani oleh bagian gudang untuk barang yang masuk ke
gudang.
4. Membuat delivery order untuk order penjualan yang telah mendapat otorisasi
dari bagian otorita kredit
5. Membuat surat perintah/permintaan/Bon pengeluaran barang untuk penjualan
yang mengambil barang di gudang atau meminta PO/memo untuk mengambil barang di
supplier dari bagian pembelian barang dagang.
6. Menyerahkan delivery order, Surat Perintah/permintaan/Bon pengeluaran barang
atau PO/Memo ke bagian transportasi (sopir) untuk meminta barang ke gudang atau
mengambil barang di supplier.
7. Menerima delivery order lembar 1 & 2 yang telah ditanda
tangani/diverifikasi oleh langganan
8. Menerbitkan listing delivery order dan diserahkan ke bagian pembuat invoice.

Baca Juga  PROSEDUR OPERASI UNTUK LCL CONTAINER

d) Bagian Gudang

1. Menerima perintah/permintaan barang
2. Menyediakan barang sesuai dengan surat perintah/permintaan/bon pengeluaran
barang (delivery order tidak boleh digunakan untuk pengeluaran barang karena
tidak semua penjualan menggunakan barang yang ada di gudang)
3. Mengembalikan perintah/permintaan/bon pengeluaran barang kepada sopir untuk
ditandatangani dan meminta copynya setelah ditandatangi.
4. Mencatat pengeluaran pada kartu persediaan

e) Bagian Transportasi (Sopir)

Penjualan langsung (Barang langsung dari Supplier)

1. Menerima PO/memo, delivery order dari bagian stock & delivery
2. Meminta barang ke supplier menggunakan PO/Memo
3. Menerima surat jalan/surat pengantar supplier
4. Memeriksa kesesuaian barang yang diserahkan oleh supplier dengan
memo/PO/Surat Jalan Supplier
5. Menandatangani surat jalan supplier dan meminta copynya.
6. Membawa dan menyerahkan barang ke customer
7. Menyerahkan delivery order kepada customer untuk ditanda tangani.
8. Meminta Lembar Delivery Order lembar 1 & 2 yang sudah ditanda tangani
9. Menyerahkan Delivery Order lembar 1 & 2 kepada Invoice (melalui Kurir)
10. Menyerahkan Copy Surat Jalan/Surat Pengantar Supplier yang telah ditanda
tangani ke bagian Stock. & Delivery (melalui Kurir)

f) Bagian Invoice/Faktur

1. Menerbitkan faktur berdasarkan data delivery order yang telah di entry oleh
bagian stock & delivery.    Pembuatan
faktur ini cukup dengan memasukan nomor order penjualan yang sudah direkam file
server
2. Menerbitkan faktur pajak.
3. Menerbitkan listing penjualan harian
4. Mendistribusikan dokumen
     a) Invoice/faktur, faktur pajak
lembar ke-1, deliveri order lembar ke-1 ke bagian kredit

Post Disclaimer

The information contained in this post is for general information purposes only. The information is provided by DOKUMEN DOKUMEN PENGIRIMAN BARANG ~ Tapanuli Logistik Jasa Pengiriman Murah and while we endeavour to keep the information up to date and correct, we make no representations or warranties of any kind, express or implied, about the completeness, accuracy, reliability, suitability or availability with respect to the website or the information, products, services, or related graphics contained on the post for any purpose. - PT Tapanuli Logistik Cargo

Baca Juga  Jasa Pengiriman Kosmetik Ke Luar Negeri

More to explorer

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan dan perawatan komponen bangunan sangat diperlukan, demi menjaga keutuhan bagian komponen dari bangunan tersebut ataupun keindahanya. Pemeliharaan plafon sebagai salah satu

Tinggalkan Komentar