Kegiatan Ekonomi ~ Pengiriman Murah Medan

Yaitu merupakan suatu aktivitas atau usaha yang dilakukan manusia untuk mewujudkan kemakmuran atau kesejahteraan. Untuk mencapainya, maka kegiatan ekonomi meliputi 3 hal, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.

Read More »
Gudang dan Pergudangan

Gudang dan Pergudangan

Pengertian Gudang dalam Kegiatan Bisnis Dalam dunia bisnis, gudang sangat besar fungsi dan perannya, pergudangan merupakan serangkaian kegiatan pengurusan, dalam penyimpanan logistik, mulai dari kegiatan

Read More »

Fungsi Gudang ~ Pengiriman Murah Medan

Fungsi Gudang ~ Pengiriman Murah Medan Fungsi Gudang Sejak dulu, gudang berfungsi sebagai buffer atau penyeimbang dan untuk menentukan langkah selanjutnya suatu perusahaan, apakah perusahaan

Read More »

Paket Kiriman Senilai 9 Juta Tanpa Asuransi Hilang, Salah Siapa?

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

paket senilai 9 juta hilang, bagaimana solusinya
Ilustrasi paket hilang (Mediakomsumen.com)

Dari sekian platform jual-beli online, transaksi di
marketplace dianggap relatif paling aman, baik bagi pembeli maupun penjual
(seller). Hal ini karena adanya faktor pengelola sebagai pihak ketiga yang
berfungsi sebagai perantara transaksi.

Namun anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Dalam berbagai
kasus masih saja kita mendengar tentang adanya pembeli yang merasa dirugikan
oleh ulah seller yang nakal. Seperti barang yang dikirim ternyata tidak seperti
yang dicantumkan. Atau jumlah barang kurang dari yang dibeli, dan sebagainya.

Meskipun kebanyakan pembeli yang menjadi korban, namun tidak
tertutup kemungkinan dalam transaksi online, korbannya justru si penjual itu
sendiri. Seperti yang dialami Johan Sonjaya dari Bandung, yang berjualan di
Shopee.

Johan mengaku mengalami kerugian 9 juta akibat paket yang
dikirim lewat Anteraja hilang dan pihak kurir maupun Shopee terkesan lepas
tangan, sehingga ia pun menuliskan di Wartakonsumen.com, sebuah media yang
melayani pengaduan konsumen yang dirugikan dari transaksi yang dilakukannya.

Tulisannya dimuat di situs tersebut dengan judul “Paket Kiriman Senilai 9 Juta Hilang, Shopee
dan Anteraja Lepas Tanggung Jawab, Sangat Merugikan Seller

Kasusnya menarik untuk dijadikan pembelajaran bagi semua,
agar lebih hati-hati dalam melakukan transaksi di marketplace sekalipun, baik
sebagai pembeli maupun penjual.

Johan menulis, sebagai salah satu seller di Shopee, pada
tanggal 18 Januari 2021 ia mendapatkan order senilai Rp9,1 juta dengan
menggunakan layanan Anteraja, untuk pengiriman dari Bandung menuju alamat lain
di kota Bandung juga (City to City).

Nomor order Shopee: 210118JH72CSUA, nomor resi AnterAja :
10000799272239.

Berikut selengkapnya yang ditulis Johan di Wartakonsumen :

“Pada hari yang sama pesanan sudah saya proses dan kirimkan
dan langsung dapat dilacak keberadaannya. Per tanggal 19 Januari 2021, status
paket sedang dalam hub dan tertahan untuk beberapa hari ,sehingga saya
melakukan pengecekan ke pihak Anteraja. Kemudian disebutkan oleh pihak
Anteraja, bahwa paket akan diprioritaskan dan dikirim maksimal dalam 1×24 jam.


 

Ternyata setelah masa jeda yang diminta oleh Anteraja, pihak
pembeli masih belum menerima paket dan melakukan komplain pengembalian dana,
yang kemudian disetujui oleh Shopee dikarenakan saya selaku seller gagal
mengirimkan barang ke pembeli. Padahal pada kasus ini yang gagal kan bukan
saya, tapi pihak ketiga alias kurir.

Baca Juga  Tugas Seorang Loading Master - Pengiriman Murah Medan

 

Shopee memproses pengembalian dana ke pembeli
(via Mediakonsumen.com)

Kemudian dari pihak Shopee menjanjikan akan melakukan proses
klaim ke pihak ekspedisi yang nilainya setelah saya mengecek ke pihak Anteraja
hanya 10x dari ongkos kirim sebesar 80 ribu rupiah.

 

Penggantian Anteraja sebesar 10 x ongkos kirim alias Rp 80 ribu.
(Mediakonsumen.com)
 

Di sini pihak Shopee dan Anteraja lepas tanggung jawab malah
saya yang harus menanggung kerugian besar yang diakibatkan kelalaian dari pihak
AnterAja. Paket pun disebut menurut AnterAja tidak diasuransikan, yang memang
marketplace Shopee tidak menyediakan fitur ini.

Terus terang saya merasa sangat dikecewakan dan dirugikan.
Padahal saya termasuk setia menggunakan Anteraja selama beberapa tahun dan saya
juga termasuk seller yang dikenakan biaya admin sebesar 0,5% dari nilai
transaksi pesanan oleh Shopee, dikarenakan sudah melewati batas maksimal
transaksi bebas biaya (dimana saya kira digunakan untuk mengasuransikan pesanan
sebelumnya).

Baca Juga:

Bagi saya nilai barang yang hilang tersebut cukup besar dan
sangat mengganggu keuangan usaha saya. Belum lagi ketidakjelasan informasi
hilangnya paket selain daripada “dinyatakan hilang”, lalu melepas hampir
seluruh tanggung jawab, dan  sepertinya
kasus seperti ini besar kemungkinan akan terulang di kemudian hari.

Akhir kata saya harap dengan adanya surat pembaca ini pihak
Shopee maupun Anteraja mau memahami/mendengar kekecewaan saya dan memberikan
solusi yang baik untuk kerugian material dan immaterial yang saya alami dari
permasalahan ini.”

Demikian yang ditulis Johan di Media Konsumen.

 

Tanggapan kasus

Setelah postingannya dimuat di Media Konsumen, banyak
komentar, simpati dan tanggapan atas kasus yang dialami Johan.

Mungkin karena kasusnya dianggap cukup serius mengingat
melibatkan nominal yang terbilang besar. Ada juga yang pernah mengalami jadi
korban transaksi di marketplace ikut memberikan simpatinya. 

Beberapa orang meyakini barang tersebut tidak hilang,
melainkan diambil kurir yang nakal. Apalagi mengingat nilai barang yang besar,
banyak yang menyarankan agar Johan mengambil langkah hukum dengan melaporkan
kasusnya ke pihak polisi.

Baca Juga  Free Use Container

Belajar dari kasus Johan tersebut, ada beberapa hal yang
bisa kita jadikan pelajaran bersama.

Pertama, hati-hati jika kita menjual atau membeli barang
yang mahal di marketplace maupun di media online lain, resikonya besar. Potensi
penipuan atau kecurangan itu bisa saja dilakukan baik oleh penjual, pembeli
maupun oknum kurir yang nakal.

Karena itu sebisa mungkin hindari transaksi barang mahal
secara online tanpa backup asuransi.
Dalam kasus Johan, dia tidak menjelaskan barang apa yang ia jual itu. Namun ada
pembaca yang menyebut, kemungkinan itu emas.

Biasanya harga yang lebih murah dari toko offline menjadi
alasan orang tergoda membeli barang secara online. Dan ini sah-sah saja
dilakukan. Yang penting lakukan dengan prinsip kehati-hatian.


 

Barang Mahal Wajib
Diasuransikan

 

Dalam kasus Johan, banyak yang menyayangkan transaksi
tersebut tanpa dilindungi asuransi. Namun dijelaskan Johan bahwa transaksi di
Shopee tidak ada fitur asuransi.

Ini sebuah celah yang gampang dimanfaatkan oknum jasa
pengiriman yang nakal. Akibatnya ketika terjadi masalah, penggantian dari
perusahaan kurir hanya sebesar 10 kali ongkos kirim. Dalam hal ini senilai 80
ribu.

Padahal biaya asuransi itu nilainya sangat kecil untuk
melindungi barang yang harganya mahal. Barang seharga 9 juta biaya asuransinya
hanya sekitar 20 ribu saja.

Yang jadi catatan, penjual berani ambil resiko menjual
barang mahal tanpa mensyaratkan asuransi, padahal mengetahui Shopee tidak menyediakan
fitur asuransi untuk penjual maupun pembeli.

Sebaliknya, pembeli juga berani beresiko membeli barang
mahal tanpa garansi asuransi.

Jadi dalam hal ini, baik penjual maupun pembeli bertransaksi
dengan menanggung resiko besar.


Dari sini terlihat bahwa si pelaku sangat paham seluk-beluk
marketplace Shopee dan memanfaatkan ketika ada kesempatan.

Si pelaku (belum tentu si kurir lo) sangat mudah mengetahui
ada paket mahal dari keterangan yang tercantum di print paket.

Dia tidak melakukan kecurangan dengan modus yang banyak
dipakai oknum pengiriman yang nakal. Yaitu mengganti isi paket sebenarnya
dengan barang lain.

Baca Juga  Jadwal Travel Arnes Shuttle Bekasi Purwakarta

Karena oknum ini paham, jika itu yang dilakukan, resikonya
cukup besar ketahuan.

Pertama, bisa saja si penerima paket curiga saat menerima
paket kondisi packingnya tidak rapi (bekas dibuka). Sehingga menolak
menerimanya.

Atau si penerima paket bahkan sudah menyiapkan strategi
unboxing, yaitu langsung menerima dan membuka paket di depan kurir yang
mengantar dengan memvideokan.

Kasusnya bisa panjang, karena ada bahan bukti kecurangan
yang bisa diinvestigasi asal-usulnya.

Karena itu oknum pencuri lebih memilih modus “menghilangkan”
paket. Dengan demikian pihak jasa pengiriman hanya berkewajiban mengganti
maksimal 10 kali lipat ongkos kirim atas paket yang hilang tersebut.

Nah, belajar dari kasus paket kiriman senilai 9 Juta Hilang dan kasus-kasus lain
yang banyak terjadi, setiap orang yang melakukan transaksi jual-beli di
marketplace dari awal seharusnya menyadari adanya resiko belanja secara online.

Resiko ini timbul karena antara penjual dan pembeli tidak
bertemu langsung, transaksi hanya berdasarkan contoh barang berupa gambar, dan ada
jeda antara waktu pembelian dengan saat barang diterima karena ada proses
pengiriman yang dilakukan pihak ketiga yang disebut kurir.

Dalam transaksi tersebut, baik penjual, pembeli maupun pihak
kurir bisa saja menjadi korban penipuan oleh pihak yang berniat jahat.

Salah satu cara terbaik meminimalisir kerugian dari
transaksi di marketplace adalah menggunakan jasa asuransi. Jika nilai pembelian
lebih besar dari nilai 10 kali ongkos kirim, asuransi mutlak diperlukan.

Asuransi diperlukan bukan hanya untuk mengcover resiko barang hilang, tapi juga faktor kerusakan barang dari proses pengiriman. 

Post Disclaimer

The information contained in this post is for general information purposes only. The information is provided by Paket Kiriman Senilai 9 Juta Tanpa Asuransi Hilang, Salah Siapa? and while we endeavour to keep the information up to date and correct, we make no representations or warranties of any kind, express or implied, about the completeness, accuracy, reliability, suitability or availability with respect to the website or the information, products, services, or related graphics contained on the post for any purpose. - PT Tapanuli Logistik Cargo

More to explorer

Kegiatan Ekonomi ~ Pengiriman Murah Medan

Yaitu merupakan suatu aktivitas atau usaha yang dilakukan manusia untuk mewujudkan kemakmuran atau kesejahteraan. Untuk mencapainya, maka kegiatan ekonomi meliputi 3 hal,

Gudang dan Pergudangan

Gudang dan Pergudangan

Pengertian Gudang dalam Kegiatan Bisnis Dalam dunia bisnis, gudang sangat besar fungsi dan perannya, pergudangan merupakan serangkaian kegiatan pengurusan, dalam penyimpanan logistik,

Fungsi Gudang ~ Pengiriman Murah Medan

Fungsi Gudang ~ Pengiriman Murah Medan Fungsi Gudang Sejak dulu, gudang berfungsi sebagai buffer atau penyeimbang dan untuk menentukan langkah selanjutnya suatu

Tinggalkan Komentar