Kegiatan Ekonomi ~ Pengiriman Murah Medan

Yaitu merupakan suatu aktivitas atau usaha yang dilakukan manusia untuk mewujudkan kemakmuran atau kesejahteraan. Untuk mencapainya, maka kegiatan ekonomi meliputi 3 hal, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.

Read More »
Gudang dan Pergudangan

Gudang dan Pergudangan

Pengertian Gudang dalam Kegiatan Bisnis Dalam dunia bisnis, gudang sangat besar fungsi dan perannya, pergudangan merupakan serangkaian kegiatan pengurusan, dalam penyimpanan logistik, mulai dari kegiatan

Read More »

Fungsi Gudang ~ Pengiriman Murah Medan

Fungsi Gudang ~ Pengiriman Murah Medan Fungsi Gudang Sejak dulu, gudang berfungsi sebagai buffer atau penyeimbang dan untuk menentukan langkah selanjutnya suatu perusahaan, apakah perusahaan

Read More »

Perlengkapan Jangkar di Kapal – Blog Kapal

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Pada forecastle deck terdapat perlengkapan kapal yang membantu kapal pada saat berlabuh maupun pada saat bersandar di dermaga yang dikenal dengan nama jangkar kapal. Jangkar kapal ini meliputi:

  1. Jangkar
  2. Rantai jangkar
  3. Tabung jangar
  4. Bak rantai jangkar
  5. Tabung rantai jangkar
  6. Mesin jangkar
  7. Dan tali kawat

Saya akan menjelaskan satu persatu dari enam point di atas, Saya mulai dari penjelasan mengenai jangkar kapal.

1. Jangkar Kapal (Anchor)

Menurut Wikipedia, jangkar adalah perangkat penambat kapal ke dasar perairan, di laut, sungai ataupun danau sehingga kapal tidak dapat berpindah tempat karena hembusan angin, arus atau gelombang.

Jangkar merupakan salah satu alat wajib yang ada di atas kapal mengingat fungsinya sebagai alay untuk menahan kapal supaya tidak bergerak dan tetap dalam posisinya. Pada umumnya gerakan kapal di akibatkan oleh adanya:

  1. Dorongan akibat arus air di bagian bawah garis air kapal atau sarat kapal
  2. Dorongan angin terhadap bagian kapal di atas garis air
  3. Dorongan akibat adanya pergerakan pitching dan rolling karena gelombang air laut

Agar posisi kapal benar – benar tidak berubah, biasanya kapal di lengkapi dengan tali tambat agar kapal benar – benar tidak berubah posisi. Jangkar di gerakkan menggunakan mesin jangkar (Anchor Windlass) yang dirangkaikan dengan rantai jangkar yang pergerakkannya naik dan turun. Mesin jangkar pada umumnya diletakkan di pada forecastle deck.

Pada kapal besar seperti kapal niaga pelayaran besar (Ocean Going Ship) di lengkapi dengan tiga tipe jangkar. Nama jangkar di sesuaikan dengan penempatannya pada kapal dan kegunaannya serta disesuaikan dengan daerah operasi kapal tersebut. Berikut tiga tipe jangkar:

  1. Bower Anchor (Jangkar Utama), jangkar ini biasanya digunakan pada kapal yang memiliki DWT di atas 250 DWT. Jangkar utama diletakan pada posisi kiri dan kanan haluan kapal. Jangkar utama digunakan pada saat berlabuh di daerah labuh (Anchorage area). Pada jangkar kiri dan kanan haluan, harus memiliki berat yang sama dan diatur sesuai dengan ketentuan klasifikasi. Pada kapal pelayaran besar biasanya dilengkapi dengan jangkar cadangan, jangkar cadangan ini berfungsi apabila salah satu jangkar utama hilang maka jangkar cadangan tersebut berfungsi sebagai pengganti jangkar utama yang hilang. Ukuran berat dan bentuk jangkar cadangan harus disesuaikan dengan jangkar utama.
  2. Stream Anchor (Jangkar Arus), kapal pelayaran besar (Ocean Going Ship) ukuran tertentu pada umumnya dilengkapi dengan satu buah jangkar arus. Jangkar arus ini berfungsi untuk membantu jangkar haluan atau jangkar utama pada saat berlabuh pada daerah yang memiliki arus yang sangat kuat dan untuk menahan posisi kapal dibagian buritan agar posisi kapal tidak berubah. Jangkar arus ini diletakkan pada buritan kapal dan memiliki berat minimum kurang sepertiga berat jangkar utama. Namun, pada kapal – kapal yang memiliki ukuran besar, berat jangkar arus dan berat jangkar utama sama.
  3. Kedges Anchor (Jangkar Cemat), jangkar cemat ini berfungsi pada saat kapal kandas didasar yang berpasir. Berat dari jangkar cemat ini yaitu setengah berat dari jangkar arus.

Selain dari tipe jangkar, yang perlu kita ketahui juga yaitu jenis – jenis jangkar kapal. Jenis jangkar kapal yang Saya ketahui yaitu:

  1. Stockless Anchor, jangkar ini banyak digunakan pada kapal – kapal yang memiliki ukuran besar dan jenis jangkar ini memiliki tiang jangkar yang dapat bergerak. Cara kerja jangkar ini yaitu, pada saat jangkar diturunkan maka bagian lengan akan bergerak kearah bawah. Itu dikarenakan adanya engsel pada bagian mahkota jangkar (Crown). Lengan jangkar dapat bergerak dengan sudut 45 derajat. Pada posisi tersebut maka bagian lengan jangkar dapat menancap dengan sempurna ke dasar laut. Jangkar ini sangat efektif untuk digunakan. Pada saat mengangkat jangkar, posisi rantai jangkar ditarik tegak dan saat tiang jangkar pada posisi tegak maka lengan jangkar akan terungkit sehingga cengkeraman jangkar akan lepas dan jangkar dapat ditarik ke atas kapal dengan mudah.
  2. Danforth Stock Anchor, selain stockless anchor yang efektif digunakan. Jangkar danforth stock anchor juga sangat efektif untuk digunakan karena jenis jangkar ini memiliki daya cengkeram lebih baik dibandingkan dengan jangkar Stockless Anchor. Namun, dengan adanya tongkat jangkar sehingga kedua lengan jangkar tidak dapat menancap ke dasar laut. Selain itu, tiang jangkar juga tidak dapat langsung masuk pada Hawse Pipe dikapal. Pada umumnya jangkar dengan jenis Danforth Stock Anchor banyak digunakan pada kapal – kapal khusus dengan ukuran panjang kapal yaitu 100 ft.
  3. Mushroom Anchor, jangkar ini digunakan untuk kapal – kapal yang beroperasi pada daerah sungai atau daerah perairan yang memiliki dasar yang berlumpur. Bentuk dari jangkar ini menyerupai mangkuk sehingga jenis jangkar ini saat bekerja dengan sempurna pada daerah yang berlumpur.
Baca Juga  SISTEM PENGOPERASIAN MESIN SEKOCI | Tapanuli Logistik Cargo

Masih banyak lagi jenis jangkar yang pada umumnya digunakan di kapal. Jangkar merupakan perlengkapan kapal yang diatur oleh peraturan klasifikasi sehingga jangkar kapal juga harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh klasifikasi.

Klasifikasi sudah mengatur berat jangkar dan jumlah jangkar yang harus digunakan pada kapal. Sebagai contoh peraturan Bureau Veritas (Prancis) dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

# Bureau Veritas
Sesuai dengan rules and regulation Bureau Veritas, berat dan jumlah jangkar ditentukan sesuai tabel dengan menghitung nilai Equipment Number dengan rumus sebagai berikut:

             EN =  Δ  x  2/3  +  2  h  B  +  0,1  A

Dimana:
     >  Δ   = Displacement kapal
     >  B   = Lebar kapal pada bagian tengah kapal
     >  A   = Luas penampang samping kapal yang merupakan bagian lambung, bangunan atas dan deck house di atas garis muat musim panas yang memiliki lebar lebih besar dari B/4
     >  h    = Tinggi dari garis muat musim panas s/d bangunan atas tertinggi (m)
     >  h    = a  +  Σ hn
     >  a    = Jarak lambung timbul dari garis muat musim panas
     >  hn  = Tinggi bangunan atas atau deck house pada centerline yang memiliki lebar lebih besar dari B/4. Dan apabila bagian bawah bangunan tersebut ada bangunan dengan lebar B/4 atau kurang dari B/4 maka di abaikan.

# Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)
Peraturan BKI menentukan berat jangkar disesuaikan dengan tabel dengan mengetahui terlebih dahulu nilai dari Z.

             Z =  Δ  x  2/3  +  2  h  b  +  A/10

Dimana:
     >  Δ  = Displacement kapal
     >  B  = Lebar kapal pada bagian tengah kapal
     >  A  = Luas penampang samping kapal yang merupakan bagian lambung
     >  h   = Tinggi dari garis muat s/d bangunan atas tertinggi
     >  h   = fb + Σ hn
     >  hn = Tinggi bangunan atas pada centerline yang memiliki lebar lebih besar dari B/4

Dengan menggunakan salah satu persamaan di atas, maka berat dan jumlah jangkar kapal dapat diketahui.

2. Rantai Jangkar Kapal (Anchor Chain)

Selain jangkar, yang perlu kita ketahui yaitu rantai jangkar. Pemeliharaan jangkar dan rantai jangkar dapat dilakukan pada saat kapal naik dok maupun dalam pelayaran.

Contoh rantai kapal

Pada saat kapal berada di dok dapat dilakukan pemeriksaan dan perawatan. Bagian – bagian yang rusak harus segera diperbaiki atau diganti. Cara melakukan perawatannya adalah sebagai berikut:

  • Rantai jangkar dan jangkar dikeluarkan dari ceruk rantai. Lakukan pemeriksaan dan ketok karatnya lalu kemudian di cat dengan black varnish
  • Pada bak rantai atau ceruk rantai dibersihkan serta di ketok kemudian dicat dengan black varnish

Pada rantai jangkar harus mendapatkan perawatan khusus agar rantai jangkar terpakai dengan merata. Maka dari itu, perlu diadakan pemindahan rantai jangkar secara bergantian. Kurang lebih seperti penjelasan dibawah ini:

  1. Pada segel rantai pertama dilakukan pemindahan menjadi segel yang terakhir, kemudian segel rantai kedua menjadi segel rantai pertama dan disusul segel rantai jangkar ketiga menjadi segel rantai kedua
  2. Setelah satu tahun, kapal naik dok yang kedua kalinya, lalu diadakan pertukuran rantai jangkar lagi yaitu pada rantai jangkar ketiga menjadi segel yang pertama  dan segel rantai kedua menjadi segel rantai jangkar yang terakhir
  3. Jika kapal mempunyai jumlah rantai jangkar 10 segel maka kapal naik dok yang ke 10 kalinya, rantai jangkar telah merata dipindahkan yang pada akhirnya segel pertama dipindahkan ke segel terakhir akan kembali lagi pada posisi awalnya yaitu segel yang pertama
  4. Jangan sekali – kali dilakukan hanya memutarkan kedudukan rantai, sehingga segel yang pertama menjadi segel rantai yang terakhir dan segel terakhir menjadi segel yang pertama, ini tidak benar
Baca Juga  Jasa pindahan Rumah di Medan.

3. Tabung Jangkar (Hawse Pipe)

Tabung jangkar (hawse pipe) merupakan tabung yang dilalui oleh rantai jangkar. Pada umumnya, tabung jangkar terletak dilambung kapal dibagian kiri (PS) dan kanan (SB) haluan kapal hingga geladak depan (forecastle deck).

Contoh tabung jangkar

Yang perlu diperhatikan pada penempatan hawse pipe di kapal yaitu:

  • Pada saat pengangkatan atau penurunan jangkar dari laut, jangkar kapal tidak membentur bagian haluan kapal walaupun kapal dalam keadaan trim kebelakang 5 derajat
  • Saat penarikan untuk penempatan jangkar, tiang jangkar harus dapat masuk ke dalam hawse pipe dengan mudah walaupun keadaan posisi anchor plam tidak baik
  • Anchor arm dan anchor palm harus dapat merapat ke lambung kapal untuk menghindari benturan atau getaran pada saat kapal berlayar atau terkena ombak. Saat penurunan jangkar, jangkar harus dapat meluncur secara gravitasi tanpa terhambat
  • Pembuatan hawse pipe harus diperhitungkan panjangnya agar mencukupi untuk panjang tiang jangkar
  • Konstruksi pemasangan hawse pipe harus memenuhi ketentuan dari badan klasifikasi

Diameter dalam hawse pipe disesuaikan dengan diameter rantai jangkar kapal yang akan digunakan dan diperhitungkan pada saat pengoperasian gerakan naik dan turun dari rantai jangkar tidak terganggu. Pada umumnya digunakan patokan diameter dalam dari hawse pipe sebesar 10,4 dari diameter rantai jangkar. Bagian atas dan bawah lubang hawse pipe harus dipertebal (besi cor), itu dikarenakan gerakan rantai jangkar selalu bergesekan dibagian tersebut.

4. Bak Rantai Jangkar (Anchor Chain Locker)

Bak rantai adalah tempat penyimpan rantai jangkar, penempatan yang terbaik sesuai dengan posisi mesin jangkar. Bak rantai terletak dibagian depan kapal di depan sekat tubrukan dan diatas tangki haluan (fore peak tank). Jika jumlah jangkar kapal terdapat 2 set maka bak rantai harus terdiri dari dua ruang bak rantai yang terpisah yang sekat pembatas kiri dan kanan. Dalam pembuatan bak rantai, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan tentunya sesuai dengan ketentuan dan persyaratan badan klasifikasi:

  • Volume bak rantai harus dapat menampung seluruh volume rantai
  • Pada bak rantai harus dipasang perlengkapan pengikat dari ujung rantai kapal bagian dalam, pengikatan ujung rantai jangkar biasanya menggunakan shackle yang cukup kuat dan memiliki kekuatan tidak kurang dari 15% beban putus dari rantai jangkarnya
  • Pada bagian bawah plat bak rantai dibuat berlubang untuk jalan keluarnya kotoran atau lumpur yang terbawa oleh rantai. Dan dibawahanya terdapat kotak lumpur yang dengan mudah dibersihkan. Pada ukuran kapal – kapal tertentu bak rantai harus dilengkapi dengan pipa drainase untuk pembuangan air dan lumpur
  • Dinding bak rantai ada yang dilapisi dengan lembaran kayu untuk mengurangi suara berisi karena benturan rantai jangkar. Dinding plat dilapisi dengan cat khusus tahan air laut sejenis epoxy
  • Dinding bak rantai dilengkapi dengan man hole atau lubang masuk orang untuk keperluan saat pemeriksaan bak rantai ataupun pada saat pembersihan. Pada sekat pemisah biasanya dilengkapi dengan anak tangga, bentuk dari anak tangga ini tidak boleh mengganggu operasi rantai jangkar. Biasanya anak tangga ini dibuat dengan cara melobangi dinding sebagai tempat pijakan kaki

5. Tabung Rantai Jangkar (Anchor Chain Pipe)

Tabung rantai jangkar merupakan tabung yang dilalui rantai jangkar yang terletak antara deck haluan kapal (forecastle deck) dan bak rantai (chain locker). Konstruksinya hampir sama dengan hawse pipe yang terbuat dari pipa baja dengan penguatan dibagian atas atau dibuat dengan besi cor. Bagian bawah yang menghadap bak rantai konstruksinya dapat diperlebar dan tepi pipa dipasang bentuk setengah bulat. Posisi penempatan tabung rantai jangkar ini, tepat di lobang rantai dibawah mesin jangkar. Yang harus diperhatikan dalam penempatan chain pipe yaitu:

  • Saat pengoperasian pengangkatan atau penurunan jangkar, rantai harus dapat keluar dan masuk kedalam bak rantai secara lancar melalui tabung rantai jangkar
  • Yang harus diperhitungkan dalam pembuatan tabung rantai ini adalah panjangnya agar tidak mengganggu tumpukan rantai dalam bak rantai
  • Konstruksi pemasangan tabung rantai harus memenuhi ketentuan dari badan klasifikasi
Baca Juga  Alamat Kamadjaja Logistics Medan | Alamat Ekspedisi

6. Mesin Jangkar (Anchor Windlass)

Fungsi dari mesin jangkar adalah sebagai alat yang dipasang dikapal guna keperluan mengangkat dan mengulurkan jangkar dan rantai jangkar melalui tabung jangkar (hawse pipe). Pada saat ini banyak mesin jangkar yang menggunakan tenaga penggerak listrik. Namun, ada juga mesin jangkar yang menggunakan tenaga uap dan hidrolik. Ada banyak jenis mesin jangkar sesuai dengan penggeraknya, posisi porosnya dan pabrik pembuatnya. Pada kapal yang berukuran dibawah 200 GRT dapat menggunakan mesin derek manual, yang digerakkan dengan tenaga tangan.

Contoh mesin jangkar

Pada umumnya kapal besar sejenis tanker menggunakan mesin jangkar bertenaga uap. Karena sistem uap memiliki kemampuan yang besar dan terhindar dari bahaya tegangan pendek, namun kapal harus memiliki ketel uap. Sedangkan tenaga hidrolik memerlukan unit yang besar dan sangat sensitif, namun instalasi pipa hidroliknya harus terlindungi untuk menghindari kerusakan dan kebocoran, karena memiliki tekanan yang sangat besar maka apabila bocor sangat berbahaya.

Untuk mesin jangkar dengan tenaga motor listrik, biasanya digunakan pada kapal berukuran menengah, sistem ini banyak disukai oleh pemilik kapal – kapal pesiar karena bersih. Namun kapal harus memiliki pembangkit listrik khusus (generator khusus) untuk penggerak mesin jangkar.

Mesin jangkar harus ditempatkan pada geladak haluan kapal agar lebih memudahkan pengoperasian penurunan dan penaikan jangkar. Pemasangan mesin jangkar di geladak kapal, plat geladak didaerah pondasi mesin jangkar harus diperkuat dengan penebalan plat serta konstruksi pondasi yang kuat. Mesin jangkar harus dilengkapi dengan sistem rem. Rem ini berfungso untuk memperlambat putaran poros dan memberhentikan penurunan rantai jangkar dan jangkar.

Sistem kerja mesin jangkar, jangkar ditarik melalui hawse pipe, jangkar yang terikat dengan menggunakan joining shackle dan dilengkapi dengan swivel sehingga apabila jangkar berputar maka rantai jangkar tidak melilit dan rantai akan melalui chain stopper yang terpasang pada geladak. Selanjutnya rantai ditarik oleh drum (gipsy) mesin jangkar yang berputar dengan penggerak motor listrik. Kemudian rantai ditarik masuk melalui chain pipe terus turun masuk ke bak rantai dan pada ujungnya rantai dikaitkan pada chain slip dengan dikaitkan pada segel penghubung seterusnya segel ini dikaitkan pada cable clinch kaitan yang dipasang kuat pada salah satu konstruksi kapal seperti frame. Rangkaian rantai pada bagian ujung dalam dekat dengan bak rantai dilengkapi slip hook dibagian chain slip ini saat darurat dapat dengan mudah dilepas.

Sedangkan kerja jangkar, jangkar diturunkan kedasar laut menggigit dasar laut, kurang lebih seperti gambar dibawah ini.

Sistem kerja jangkar kapal

7. Tali Kawat (Wire Ropes)

Tali kawat ini berfungsi sebagai pengganti rantai jangkar, wire ropes dapat digunakan pada ukuran kapal tertentu dengan ketentuan sebagai berikut:

Contoh tali kawat
  1. Kapal kurang dari 30 meter, dua set wire ropes dapat digunakan sebagai pengganti rantai jangkar
  2. Kapal antara 30 – 40 meter salah satu rantai jangkar dapat digantikan dengan wire ropes atau tali kawat

Panjang tali kawat harus 1,5 kali dari persyaratan panjang untuk jenis penggunaan rantai kapal dengan batas kekuatan tarik dan beban putus sama dengan rantai jangkar. Namun, penggunaan wire ropes harus dipasng rantai antara wire ropes dengan jangkar sepanjang 12,5 meter.

Referensi:

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Jangkar

 Sumber gambar:

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Stockless_anchor_1_NT.PNG
  • https://www.google.com/
Post Disclaimer

The information contained in this post is for general information purposes only. The information is provided by Perlengkapan Jangkar di Kapal - Blog Kapal and while we endeavour to keep the information up to date and correct, we make no representations or warranties of any kind, express or implied, about the completeness, accuracy, reliability, suitability or availability with respect to the website or the information, products, services, or related graphics contained on the post for any purpose. - PT Tapanuli Logistik Cargo

More to explorer

Kegiatan Ekonomi ~ Pengiriman Murah Medan

Yaitu merupakan suatu aktivitas atau usaha yang dilakukan manusia untuk mewujudkan kemakmuran atau kesejahteraan. Untuk mencapainya, maka kegiatan ekonomi meliputi 3 hal,

Gudang dan Pergudangan

Gudang dan Pergudangan

Pengertian Gudang dalam Kegiatan Bisnis Dalam dunia bisnis, gudang sangat besar fungsi dan perannya, pergudangan merupakan serangkaian kegiatan pengurusan, dalam penyimpanan logistik,

Fungsi Gudang ~ Pengiriman Murah Medan

Fungsi Gudang ~ Pengiriman Murah Medan Fungsi Gudang Sejak dulu, gudang berfungsi sebagai buffer atau penyeimbang dan untuk menentukan langkah selanjutnya suatu

Tinggalkan Komentar