Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan dan perawatan komponen bangunan sangat diperlukan, demi menjaga keutuhan bagian komponen dari bangunan tersebut ataupun keindahanya. Pemeliharaan plafon sebagai salah satu item bangunan menjadi

Read More »

Arsitektonis Bangunan

Di postingan ini akan menjelasakan 3 (tiga) bab yang berkaitan dengan arsitektonis bangunan. Untuk bab yang pertama akan dijelasakan “rencana kota”, yang kedua “syarat-syarat lingkungan

Read More »

Sekilas Tentang Manajemen Logistik

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Manajemen Logistik

manajemen Logistik adalah proses merencanakan, menerapkan dan mengendalikan yang efektif dan efisien dari aliran dan penyimpanan bahan baku persediaan dalam proses, dan barang jadi yang terhubung dengan informasi dari titik asal ke titik konsumsi, untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan.

Persaingan bisnis yang semakin ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan sistem logistik dalam perusahaan. Esensi dari persaingan terletak pada bagaimana perusahaan mengimplementasikan proses dalam menghasilkan produk baik, barang atau jasa yang lebih baik, lebih murah dan cepat dibanding pesaingnya, untuk itu sebuah perusahaan harus dapat memperbaiki kinerja sistem logistiknya agar dapat terus bersaing dan mengalami kemajuan. Suatu kegiatan usaha di butuhkan aktivitas logistik di dalamnya karena, logistik adalah bagian dari proses rantai pasokan atau (supply chain).

Aktivitas logistik terdiri dari lokasi fasilitas, transportasi, inventarisasi, komunikasi, penaganan dan penyimpanan. Perusahaan harus mempertimbangkan masalah logistikagar dapat memastikan bahwa logistik mendukung strategi perusahan jika fungsi operasional mendukung daripada strategi perusahaan secara keseluruhan maka logistik harus mendukung strategi fungsi opersional. Sebaliknya, jika fungsi operasional tidak mendukung strategi perusahaan, maka operasional perusahaan akan terhambat seperti produksi yang terlambat karena ketiadaan bahan baku yang akan berimabs pada konsumen. Logistik merupakan aliran bahan baku dari supplier sampai ke penyimpanan.

Sistem

Manajemen logistik bisa terwujud apabila ada suatu sistem. Sistem manajemen logistik ini diharapkan mampu mengkoordinir kegiatan logistik secara terpadu di dalam perusahan.Manajemen kegiatan logistik biasanya diarahkan dan diawasi dari berbagai kegiatan dalam bagian yang ada dalam perusahaan. Bila terjadi kerancuan hak, wewenang dan tanggung jawab akan mengakibatkan terjdinya pemborosan yang sering menghambat tercapainya tujuan logistik itu sendiri.

Baca Juga  Nomor Telepon J&T Kendal, Alamat dan Jam Operasional

Konsep logistik terpadu akan memberikan logika yang utuh guna penentuan rencana kegiatan logistik dalam suatu struktur industri dalam kerangka saluran yang bekerja sama secara terpadu. Sistem ini memberikan kedalaman kegiatan terhadap segala usaha terpadu guna pencapaian logistik yang telah dibuat dan ditentukan sebelumnya.Tujuan logistik dari sistem logistik berbeda-beda tujuanya, misalnya tujuan biaya serendah mungkin atau tujuan penyimpnan barang yang awet atau sebagainya maka perlu desain suatu sistem logistik disesuaikn dengantujuan yang ditentukan sehingga sistem tersebut akan mampu memberikan hasil yang dikehendaki.

Koordinasi

Koordinasi logistik merupakan

identifikasi kebutuhan pergerakan dan penetapan rencana untuk memadukan seluruh operasi logistik.Koordinsi dibutuhkan untuk memantapkan dan mempertahankan kontinuitas operasi. Koordinasi dapat dibagi dalam 4 bidang manajerial yaitu peramalan (forecasting) pasar produk, pengelolaan pesanan, perencanaan operasi dan procurement atau perencanaan kebutuhan material. Dari
teori diatas dapat disimpulkan sistem manajemen logistik adalah sistem untuk mengkoordinir jaringan operasi logistik agar dapat berjalan dengan baik.

Faktor –faktor

beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam sistem logistic terpadu oleh organisasi perusahan.

1) Pengumpulan yang dimaksud adaaah kegiatan pengumpulan sejumlah barang dari sebagian barang yang ditunjuk guna penjualan akhir pada konsumen. Sejumlah barang ini merupakan kumpulan barang yang tersendiri dari sejumlah barng yang ada.

2) Penyimpanan yang dimaksud adalah kegiatan yang berkosentrasi pada penyimpanan barang. Fungsi penyimpanan ini biasanya disebar diantara perusahaan di dalam kelompoknya. Setiap perusahaan akan bersedia menanggung jumlah penyimpanan minimum yang perlu untuk menunjang kegiatan transaksinya.

3) Transfer adalah suatu mekanisme transformasi dari suatu atau beberapa macam barang yang harus diubah bentuknya secara fisik guna menunjang transaksi.

4) Penyebaran adalah kegiatan penempatan produk yang disesuaikan dengan jenis klasifikasi pada tempat tertentu yang tepat, waktu yang tepat. Penyebaran ini biasanya merupakan tahap akhir dari kegiatan logistik dan juga berkaitan dengan pelayanan terhadap pengguna produk akhir.

5) Pembiayaan adalah anggaran keuangan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan guna melaksanakan kegiatan logistik. Pembiayaan yang disiapkan harus merupakan biaya yang benar-benar bisa digunakan dalam kegiatan logistik. Biaya logistik diusahakan seefisien mungkin sehingga perusahaan akan bisa mendapat kepemimpinan biaya logistik.

6) Komunikasi adalah penyampaian ide, konsep, gagasan, informasi ke arah hasil akhir yang diharapkan. Komunikasi juga digunakan di antara saluran transaksi dengan saluran logistik dalam hal serupa, kuantitas, lokasi dan waktu. Komunikasi terus berlangsung selama produk, barang ditransfer, disesuaikan dan disimpan dalam menghadapi perubahan transaksi di masa mendatang jadi faktor-faktor logistik adalah kegiatan yang mempengaruhi sistem logistik. Sangat penting bagi perusahaan untuk mengawasi setiap faktor logistik agar kegiatan logistik bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga  Fungsi Denah Keadaan Darurat Di Kapal
manajemen logistik
Unsur – unsur sistem manajemen logistik

Ada 5 unsur yang digabungkan untuk membentuk sistem logistik dlam organisasi perusahaan yaitu struktur fasilitas, transportasi, persediaan, komunikasi, pengelolaan dan penyimpanan :

1) Struktur fasilitas

Bisnis tidak dapat mengabaikan dampak dari struktur lokasi terhadap kemampuanya memperoleh pengembalian yang memadai atas
investsinya.Jaringan fasilitas yang dipilih merupakan sutu hal yang sangat fundamental bagi hasil akhir logistiknya.Jumlah dan pengaturan fasilitasnya yang dioperasikan dalam perusahaan mempunyai hubungan langsung dengan kemampuan pelayanan terhadap penggunaan akhir produk, barang serta terhadap biaya logistiknya. Pasar pengguna produk akhir yang berbeda akan menyebabkan aktivitas logistik yang digunakan juga berbeda.

2) Transportasi

Dalam suatu jaringan fasilitas, transportasi merupakan suatu mata rantai penghubung. Hampir setiap perusahaan dari ukuran apa saja
mempunyai manajer lalu lintas yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan program transportasinya. Pada umumnya perusahaan
mempunyai 3 alternatif untuk menetapkan kemampuan transportasinya. Pertama armada peralatan swasta dibeli atau disewa. Kedua, kontrak khusus dapat diatur dengan spesialis transport untuk mendapatkan kontrak jasa pengangkutan Ketiga bentuk transport ini
dikenl sebagai private (swasta), contract (kontrak) dan common carriage(angkutan umum).

3) Persediaan

Kebutuhan akan transport di antara berbagai fasilitas itu didasarkan atas kebijaksanan persediaan yang dilaksnakan oleh suatu perusahaan. Secara teoritis, suatu perusahaan dapat saja mengadakan persediaan setiap barang yang ada dalam persediaanya pada setiap fasilitas dalam jumlah yang sama. Akan tetapi, jarang perusahaan yang akan melaksanakan program persediaan yang semewah itu, karena total biayanya sangat tinggi sekali. Tujuan dari intergrasi persediaan dalam sistem logistik adalah untuk mempertahankan jumlah item yang serendah mungkinyang sesuai dengan sasaran pelayanan konsumen.

4) Komunikasi

Komunikasi adalah kegiatan yang seringkali diabaikan dalam sistem logistik. Dijaman lampau mengbaikan ini disebabkan oleh kurangnya peralatan pengolah data dan peralatan penyampaian data yang dapat menangani arus informasi yang diperlukan.Kurangnya komunikasi ini tentu berpengaruh terhadap prestasi logistik perusahaan.Kekurangan dalam mutu informasi dapat menimbulkan banyak sekali masalah.

Baca Juga  Cara Komplain Keterlambatan Pengiriman Paket J&T Express

5) Pengelolaan dan penyimpanan

Pengelolaan dan penyimpanan juga merupkan bagian yang integral dalam sistem logistik, tetapi tidak cocok dengan skema struktural dan komponen-komponen yang lain.

Post Disclaimer

The information contained in this post is for general information purposes only. The information is provided by Sekilas Tentang Manajemen Logistik and while we endeavour to keep the information up to date and correct, we make no representations or warranties of any kind, express or implied, about the completeness, accuracy, reliability, suitability or availability with respect to the website or the information, products, services, or related graphics contained on the post for any purpose. - PT Tapanuli Logistik Cargo

More to explorer

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan Berbagai Jenis Plafon

Pemeliharaan dan perawatan komponen bangunan sangat diperlukan, demi menjaga keutuhan bagian komponen dari bangunan tersebut ataupun keindahanya. Pemeliharaan plafon sebagai salah satu

Tinggalkan Komentar

PT Tapanuli Logistik Cargo